Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cermati Bahaya Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu ke Depan

📅 Senin, 22 Jun 2026, 20:51 WIB | Oleh:
Cermati Bahaya Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu ke Depan Doc: ist
Ket. kontrol darah tinggi

JAKARTA – Tekanan darah harus benar-benar dikelola agar tidak berdampak mengerikan di masa depan. Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM menyampaikan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang bisa memicu berbagai komplikasi, termasuk di antaranya gangguan fungsi ginjal.

"Pembuluh darah ginjal itu kecil-kecil. Jadi, kalau misalkan tekanan darahnya cenderung tinggi terus-menerus, maka pembuluh darah di ginjal akan menjadi kaku dan keras, dan bisa menyebabkan gangguan atau penurunan fungsi ginjal,” katanya kepada ANTARA di Jakarta pada Senin.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama, menurut dia, juga dapat menyebabkan pembuluh darah di jantung mengalami kekakuan, yang berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Ia mengatakan bahwa pada penderita hipertensi yang masih muda, risiko komplikasi bisa muncul dalam waktu 20 tahun sampai 25 tahun.

"Komplikasinya mungkin baru akan dijumpai jangka panjang, bisa 20-25 tahun ke depan bila tekanan darah tidak terkontrol," katanya.

Seseorang dikatakan mengalami hipertensi kalau tekanan darahnya secara konsisten 140/90 mmHg atau lebih tinggi.

Dokter Anindia mengatakan bahwa pada orang muda, gejala hipertensi kadang tidak bisa dikenali lantaran pembuluh darahnya masih elastis. 

Gejala hipertensi pada orang muda mungkin baru terasa ketika tekanan darah sudah terlalu tinggi.

"Gejala yang muncul mungkin seperti nyeri kepala, pusing yang tidak hilang dengan obat penghilang sakit kepala, mual, atau sampai muntah," kata dr. Anindia.

Ia mengatakan bahwa hipertensi merupakan penyakit multifaktorial, berkaitan dengan banyak faktor, termasuk di antaranya gaya hidup.

Individu yang orang tuanya memiliki riwayat hipertensi bisa berupaya mencegah atau meminimalkan risiko dengan menerapkan gaya hidup sehat.

"Kalau anaknya rajin berolahraga, diet rendah garam, menjaga berat badan, tidak merokok, maka masih ada kemungkinan bahwa anaknya tidak akan menderita hipertensi walaupun mungkin pada orang tua menderita hipertensi," demikian dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Pasang Badan Tolak Pembubaran UNRWA

47 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Pasang Badan Tola...

Wonosobo Andalkan Dieng Caldera Race untuk Promosi Wisata

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Wonosobo Andalkan Dieng Cal...
Rona
Cermati Bahaya Tekanan Dara...
Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...
Megapolitan
Suara Rakyat Tetap Jadi Lan...

50 Duta Besar Hadiri Jakarta Twilight Soiree  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
50 Duta Besar Hadiri Jakart...
Daerah
Anggota Polda Maluku Gugur ...
Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.