Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prospek Kerja Suram, Saatnya Pemerintah Ubah Arah Kebijakan

📅 Senin, 15 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh:
Prospek Kerja Suram, Saatnya Pemerintah Ubah Arah Kebijakan Doc: antara
Ket. Prospek Perekonomian - Pemerintah Perlu Ubah Kebijakan untuk Pacu Daya Beli Masyarakat

JAKARTA – Masyarakat menilai lapangan kerja yang tersedia saat ini maupun prospeknya di masa depan makin terbatas. Situasi tersebut menjadi sinyal tekanan ekonomi yang berpotensi berdampak pada daya beli, stabilitas sosial, hingga arah kebijakan pemerintah

Bank Indonesia (BI) pada 10 September 2025 melaporkan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) sebesar 93,2 karena lebih banyak responden melihat kesulitan mencari pekerjaan, peningkatan risiko pengangguran, atau perlambatan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Indeks di bawah 100 menunjukkan level pesimistis, sementara 100 ke atas mengisyaratkan level optimistis.

DPR RI turut angkat suara terkait kondisi tersebut. “Menurunnya optimisme terhadap pekerjaan berpotensi menekan konsumsi rumah tangga, karena masyarakat akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Jika berlanjut, hal ini dapat melemahkan permintaan domestik dan memperlambat pemulihan ekonomi nasional,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (14/9).

Kekhawatiran tersebut cukup beralasan, mengingat optimisme masyarakat terhadap prospek perekonomian juga turun. Indikasinya, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari BI pada Agustus 2025 berada di level 117,2 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya di level 118,1.

“Meskipun (IKK) masih di level optimis karena masih di atas 100, namun eksekutif perlu merespons terhadap penurunan IKK, karena angka 117,2 terendah sejak September 2022 atau hampir tiga tahun terakhir," tegasnya.

Menurut Politisi dari Fraksi PKS ini, melemahnya IKK akan berdampak pada melemahnya konsumsi masyarakat. Karena itu, menurutnya, tugas dan pekerjaan rumah (PR) Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengupayakan peningkatan konsumsi masyarakat dan daya beli. Pasalnya, berdasarkan kajian, jika konsumsi meningkat disebut investasi akan bergerak juga.

Anis berpandangan Menkeu bisa saja mengeluarkan kebijakan yang mendorong naiknya daya beli masyarakat atau konsumsi, salah satu solusinya adalah dengan menaikkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP). Ditambahkannya, sejatinya fraksinya pernah menyampaikan Ide menaikkan PTKP pada dua tahun lalu. Kebijakan tersebut berpotensi mendorong perekonomian dan menjaga daya beli masyarakat.

“Pilihan kebijakan lainnya untuk menaikkan optimisme konsumen adalah dengan beragam kebijakan fiskal ekspansif baik itu subsidi, pemotongan pajak, ataupun cash transfer,” pungkasnya.

Perbaikan Kebijakan

Senada, Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai Menkeu harus menyelesaikan permasalahan terkait dengan kebijakan fiskal nasional yang sudah melenceng jauh. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat tetap optimistis dan daya beli kembali rebound atau menguat kembali.

"Kita mendesak ada perbaikan kebijakan perpajakan yang memperhatikan daya beli kelompok kelas menengah serta melakukan evaluasi insentif fiskal yang diterapkan pemerintah kepada pengusaha,"tegasnya.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi nasional terakselerasi pada triwulan kedua tahun ini. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II-2025 sebesar 5,12 persen secara tahunan (yoy) atau di atas catatan pada triwulan I-2025 sebesar 4,87 persen.

Angka ini ditopang oleh pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha Jasa Lainnya (11,31%) dan komponen ekspor barang dan jasa (10,67%). Pertumbuhan ini juga melampaui ekspektasi beberapa ekonom dan dipicu oleh stimulus pemerintah serta peningkatan konsumsi dan investasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
PBB Desak Investigasi Seran...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.