Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Malang Terpapar Campak, Dinkes Tindak Lanjuti dan Lakukan Pelacakan

📅 Senin, 15 Sep 2025, 19:25 WIB | Oleh:
Malang Terpapar Campak, Dinkes Tindak Lanjuti dan Lakukan Pelacakan Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif ditemui di Balai Kota Malang, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (15/9).

MALANG, JAWA TIMUR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan telah melakukan upaya pelacakan sebagai bentuk tindak lanjut terhadap temuan sembilan orang yang terpapar penyakit campak.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif ditemui di Balai Kota Malang, Jawa Timur, Senin (15/9), mengatakan, sembilan pasien campak ini tersebar di tiga wilayah, yakni Kelurahan Kota Lama, Kelurahan Bumiayu, dan Kelurahan Arjowinangun.

"Sembilan orang ini sudah dilakukan survei oleh teman-teman. Arti survei itu supaya mengetahui dimana komunitas daripada anak-anak ini (pasien), seperti lokasi bermainnya dan lain sebagainya," kata Husnul.

Dia menyampaikan dari hasil pelacakan yang dilakukan oleh tim Dinkes Kota Malang ini nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi apakah kesembilan pasien sudah menerima imunisasi campak atau belum.

"Imunisasi campak kan sekali dilakukan di usia sembilan bulan, kami akan lihat buku imunisasinya. Kalau catatan imunisasi masih kosong akan diberikan dilakukan," ucapnya.

Total sembilan kasus positif campak itu berasal dari laporan 146 kasus suspek yang diterima oleh Dinkes Kota Malang sejak periode Agustus hingga September 2025.

Penyebaran campak bisa melalui terpaparnya seseorang oleh percikan cairan yang berasal dari saluran napas pasien, baik saat batuk maupun bersin. Kemudian, juga dikarenakan menjalin kontak langsung dengan penderita atau benda yang terkontaminasi virus tersebut.

Husnul menyebut meski terpapar campak, sembilan pasien itu dalam tak sampai memasuki fase kritis.

Terkait proses penyembuhan, ia menyampaikan jika hal itu lumrahnya berjalan dua minggu, dengan catatan memiliki masa istirahat dan asupan gizi yang cukup.

"Kemarin itu suhu badannya hangat, terus ada ruam atau orang Jawa bilang gabaken. Untuk selera makan bagus," ucapnya.

Dinkes Kota Malang pun terus melakukan serangkaian upaya pencegahan penyebaran penyakit itu melalui edukasi hingga imunisasi, khususnya di tiga kelurahan yang terdapat pasien campak. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.