Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Bidik Angka Harapan Hidup 80 Tahun pada 2030

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Tiongkok Bidik Angka Harapan Hidup 80 Tahun pada 2030 Doc: ANTARA/Xinhua /Dong Xiaohong
Ket. Seorang dokter mengadakan operasi jarak jauh di pusat robotik jarak jauh internasional di Rumah Sakit milik Universitas Sichuan di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok, baru-baru ini.

BEIJING – Tiongkok memasang target ambisius untuk meningkatkan rata-rata usia harapan hidup penduduknya. Hal itu mengindikasikan bahwa investasi di sektor kesehatan tidak hanya diarahkan untuk memperpanjang usia, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penduduk.

Pencapaian target tersebut akan memperkuat kualitas sumber daya manusia, namun sekaligus menuntut reformasi sistem kesehatan, perlindungan sosial, dan produktivitas tenaga kerja untuk mengantisipasi dampak penuaan populasi terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Pemerintah di Negeri Panda menargetkan peningkatan rata-rata angka harapan hidup warganya menjadi 80 tahun pada 2030, naik dari 79,25 tahun yang tercatat pada 2025, dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan layanan kesehatan publik dan memajukan inisiatif Tiongkok Sehat. Rencana tersebut telah disetujui Dewan Negara Tiongkok.

Dalam dokumen Dewan Negara Tiongkok disebutkan bahwa kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas akses layanan kesehatan yang merata, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan kesehatan secara preventif, serta mendorong standar kesehatan nasional agar sejajar dengan negara-negara berpendapatan tinggi.

“Dokumen tersebut juga menyerukan penguatan kapasitas tanggap darurat kesehatan masyarakat, dan peningkatan upaya pencegahan dan pengobatan penyakit pada tingkat primer,” demikian dikutip dari Xinhua, Selasa (14/7).

Dokumen itu juga menggarisbawahi sejumlah tugas utama untuk mengoptimalkan layanan kesehatan sepanjang hayat yang menyeluruh bagi seluruh masyarakat, memperkuat sistem perlindungan kesehatan yang tangguh, membangun jaringan medis yang terintegrasi dan berkualitas tinggi, menciptakan mesin pertumbuhan baru bagi sektor kesehatan, serta memajukan tata kelola yang berpusat pada kesehatan di sektor tersebut.

Standar WHO

Seperti diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan angka harapan hidup sebagai rata-rata jumlah tahun yang diharapkan dapat dijalani seseorang berdasarkan pola kematian pada suatu periode tertentu.

Negara-negara dengan angka harapan hidup tertinggi umumnya memiliki layanan kesehatan universal, pendapatan per kapita tinggi, tingkat pendidikan yang baik, pola hidup sehat, serta angka kematian bayi yang rendah. Sebaliknya, negara dengan angka harapan hidup rendah umumnya masih menghadapi tantangan kemiskinan, penyakit menular, konflik, dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan.

Data 2025 menunjukkan negara dengan angka harapan hidup tertinggi meliputi Monako (88,73 tahun), Hong Kong (88,39 tahun), dan Jepang (88,02 tahun). Sebaliknya, negara dengan angka harapan hidup terendah adalah Nigeria dengan rerata 55,12 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.