Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kecelakaan Tambang Freeport Ganggu Penerimaan Negara

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kecelakaan Tambang Freeport Ganggu Penerimaan Negara Doc: Antara.
Ket. Tim penyelamat tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia menggunakan berbagai peralatan berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang masih terjebak di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura.

JAKARTA – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai kecelakaan tambang yang terjadi di PT Freeport Indonesia pada akhir 2025 menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proyeksi penurunan penerimaan negara pada 2026 akibat terganggunya aktivitas produksi.

"Kita tahu bahwa kejadian di tahun 2025 akhir kemarin ya, terjadi kecelakaan tambang yang menyebabkan terowongannya tertimbun lumpur," ujar Bambang kepada Parlementariausai dirinya memimpin agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia dan PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7) dikutip dari laman resmi DPR RI.

Adapun manajemen Freeport melaporkan penerimaan negara diproyeksikan turun dari realisasi 4,3 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 2,6 miliar dolar AS pada 2026, sebelum kembali naik bertahap ke 4,7 miliar dolar AS pada 2027 dan mencapai 7,1 miliar dolar AS pada 2028.

Dia pun mengaitkan penurunan tersebut dengan insiden kecelakaan tambang yang terjadi menjelang akhir tahun 2025.

Komisi XII DPR RI dapat memahami penjelasan teknis yang disampaikan manajemen Freeport perihal penurunan produksi akibat insiden tersebut, termasuk proses pemulihan yang tengah berjalan. Menurutnya, manajemen Freeport menyampaikan optimisme bahwa pemulihan itu akan membawa produksi kembali ke level optimal mulai 2027, sejalan dengan proyeksi kenaikan penerimaan negara yang tercantum dalam paparan.

"Dan kita melihat bahwa Freeport cukup optimis bahwa pemulihan yang mereka lakukan itu akan berjalan dengan baik, sehingga kemudian akan memberikan dampak kepada produksi yang optimal. Itu mulai di tahun 2027," kata Bambang.

Soal apakah proyeksi penurunan penerimaan negara ini sudah masuk dalam asumsi Badan Anggaran (Banggar) untuk RAPBN 2027, ia mengaku belum memastikan langsung namun menilai data tersebut semestinya sudah dihimpun oleh Kementerian ESDM.

"Saya belum ngecek juga nih apakah ini sudah atau belum. Tetapi seharusnya ini sudah masuk di dalam asumsi yang dihimpun oleh Kementerian ESDM, karena Kementerian ESDM ini kan punya target pada beberapa perusahaan-perusahaan besar terkait dengan PNBP," ujarnya.

Mengakhiri pernyataan, ia berharap insiden kecelakaan tambang serupa tidak terulang agar tidak kembali mengganggu capaian produksi maupun penerimaan negara ke depan.

Dalam paparannya, PT Freeport Indonesia menggunakan asumsi harga tembaga 6,00 dolar AS per pon dan harga emas 4.500 dolar AS per ons untuk proyeksi penerimaan negara periode 2026-2030, dibandingkan realisasi harga 2025 yang tercatat 4,53 dolar AS per pon untuk tembaga dan 3.418 dolar AS per ons untuk emas.

Perusahaan juga memproyeksikan penerimaan negara terus meningkat hingga mencapai 8,0 miliar dolar AS pada 2030, ditopang kombinasi pajak, dividen, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.