Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LRT Jurusan JIS dan Stasiun Whoosh Segera Dibangun

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
LRT Jurusan JIS dan Stasiun Whoosh Segera Dibangun Doc: ANTARA/HO-LRT Jakarta
Ket. Pembangunan LRT Jakarta 1B Veledrome-Manggarai yang sudah tersambung sepanjang 6,4 Kilometer.

JAKARTA - Setelah rute LRT Manggarai-Dukuh Atas rampung, Pemprov segera membangun rute LRT JIS dan stasiun Whossh di Halim.

Rencana ini diungkap Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo. Dia berencana melanjutkan pembangunan LRT Jakarta di dua rute baru setelah jalur Manggarai-Dukuh Atas rampung.

“Nanti dari sini, LRT Jakarta ada dua rute baru yang akan kita kembangkan. Yang satu ke JIS, yang sebenarnya trayeknya itu sudah mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan. Yang satu lagi ke KCIC, ke Whoosh Halim,” kata Pramono saat meninjau kesiapan operasional LRT Jakarta, Selasa.

Pramono menyatakan, saat ini fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) masih menyelesaikan perpanjangan jalur LRT dari Manggarai ke Dukuh Atas yang dimulai pada tahin depan. Rute ini ditargetkan rampung 2028.

Setelah itu, Pramono akan mulai mengembangkan dua lintasan baru tersebut agar konektivitas transportasi di Jakarta semakin baik. Pramono meyakini jika kedua rute itu terhubung, masyarakat akan semakin mudah berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya.

Untuk membangun dua rute baru tersebut, Pramono membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui skema pembiayaan kreatif atau creative financing karena jalur itu berpotensi menarik minat investor. “Trayek ini padat, pasti banyak orang yang bersedia investasi,” kata Pramono.

Dengan tambahan rute ke JIS dan Whoosh Halim, jaringan LRT Jakarta diharapkan semakin terhubung. Ini akan membuat mudah warga mengadakan perjalanan.

Selain itu, Pramono Anung Wibowo mengungkapkan tengah menyiapkan berbagai skema tarif transportasi. Salah satunya integrasi tarif untuk seluruh moda transportasi umum guna mempermudah mobilitas masyarakat.

“Kemarin kebetulan kita rapat ada dua ticketing. Satu yang per segmen, per rute. Satu yang terintegrasi. Nah yang terintegrasi pasti ada,” kata Pramono di kawasan Jakarta Timur, Selasa.

Saat ini, Dinas Perhubungan Jakarta sedang menyiapkan mekanisme pelaksanaan tarif integrasi tersebut agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi umum dengan sistem pembayaran yang lebih praktis. Pramono berharap penerapan sistem tiket terintegrasi dapat semakin mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Selain memberikan kemudahan dalam pembayaran, integrasi tarif juga diharapkan memperkuat konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta dan kawasan aglomerasi. Selain itu, dia juga sedang menghitung besaran tarif yang akan dikenakan untuk LRT Jakarta Fase 1B yang akan melayani rute Pegangsaan 2-Manggarai.

Namun, Pramono memastikan tarif yang diterapkan nantinya tetap terjangkau bagi masyarakat. “Mengenai tarif tentunya akan dikelola secara profesional. Berapa pun tarifnya nanti akan diputuskan,” jelas Pramono.

Menurut Pramono, Pemprov akan menggunakan skema perhitungan tarif MRT untuk menentukan tarif LRT. Akan tetapi perhitungan untuk kedua moda transportasi itu tidak bisa disamakan sepenuhnya.

“Patokan yang digunakan untuk menghitung MRT itu bisa digunakan referensinya untuk LRT. Walaupun tentunya LRT pasti berbeda. Tapi, intinya bahwa tiketnya tentunya tetap harus terjangkau oleh masyarakat,” kata Pramono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

BPS: Fenomena El Nino Ubah Pola Harga Pangan di Nabire

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPS: Fenomena El Nino Ubah ...
Daerah
Siapkan SDM Maritim Unggul,...
Olahraga
Gonzalo Garcia Resmi Dikont...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.