Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Kapal Iringi Prosesi Larung Sesaji di Perairan Muaragembong Bekasi

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 23:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ratusan Kapal Iringi Prosesi Larung Sesaji di Perairan Muaragembong Bekasi Doc: Antara

Kabupaten Bekasi - Sedikitnya 700 kapal didominasi nelayan lokal mengiringi prosesi larung sesaji sebagai inti acara tradisi pesta laut atau nadran di perairan wilayah Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa.

"Total yang mengikuti tradisi pesta laut di perairan Muaragembong tahun ini sekitar 700 hingga 800 kapal," kata Ketua Panitia Nadran 2026 Rasim.

Dia mengatakan lokasi larung sesaji berupa kepala kerbau berjarak tiga kilometer dari titik keberangkatan peserta yakni Kampung Muara Bendera dengan kedalaman mencapai belasan meter dari atas permukaan laut.

Ia menjelaskan makna serta tujuan penyelenggaraan tradisi ini adalah sebagai bentuk perwujudan rasa syukur nelayan kepada Allah SWT atas hasil perikanan yang selama ini mereka ambil dari lautan.

Selain wujud syukur, pesta laut ini sekaligus menjadi ikhtiar untuk terus melestarikan tradisi yang selama ini dijalankan masyarakat khususnya nelayan secara turun-temurun hingga dikenal sebagai salah satu kearifan lokal budaya setempat.

"Dan melalui kegiatan ini pula, para nelayan berharap terus diberi keberkahan melalui tangkapan ikan melimpah agar mereka dapat menghidupi keluarga karena hasil laut merupakan sumber penghidupan nelayan," ujarnya.

Rasim menyebut pelaksanaan nadran tahun ini menjadi yang paling meriah dibandingkan beberapa tahun terakhir. Antusiasme masyarakat meningkat drastis terlebih setelah tradisi tersebut tidak digelar pada tahun lalu akibat kelangkaan BBM dan LPG.

"Tahun ini alhamdulillah sangat meriah, peserta lebih antusias. Terakhir kita gelar tahun 2024, 2025 kita tidak mengadakan karena memang banyak nelayan yang tidak melaut saat itu," katanya.

Dirinya mengungkapkan penyelenggaraan tradisi pesta laut tahun ini hampir seluruhnya dibiayai secara swadaya oleh masyarakat sementara dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi tersebut dinilai masih sangat minim.

"Hampir setiap tahun tidak ada dukungan dari pemerintah, semua swadaya. Harapan kami pemerintah lebih peduli terhadap tradisi-tradisi seperti ini," ucapnya.

Ia juga menyoroti persoalan yang hingga kini masih dihadapi para nelayan yakni sulitnya memperoleh BBM maupun LPG dengan harga terjangkau untuk operasional melaut.

"Kendala utama kami BBM karena sering sulit didapat dan harganya tinggi. Termasuk LPG juga sulit, padahal kapal-kapal kecil banyak yang menggunakan LPG," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...

Penerbangan dari Surabaya ke Jakarta dan Bandung Kembali Normal

59 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Penerbangan dari Surabaya k...
Nasional
BNPB: 1.730 Bencana Melanda...
Megapolitan
TPA Galuga Ditutup Sementar...
Advertisement
Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

Setelah Dinyatakan Aman dari Abu Vulkanik, Semua Bandara Resmi Dibuka

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.