Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bangun Ekosistem Digital, Wamen BUMN Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bangun Ekosistem Digital, Wamen BUMN Tekankan Kolaborasi sebagai Kunci Doc: ANTARA/ Muhammad Zulfikar
Ket. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mempromosikan produk kepada calon pembeli lewat media zoom di Kota Padang, Sumatera Barat.

JAKARTA – Seluruh stakeholders, mulai dari pemerintah hingga pelaku usaha perlu membangun ekosistem yang tangguh demi mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia.

Potensi ekonomi digital di tanah air diperkirakan sangat besar mencapai 109 miliar dolar AS (Rp1,08 kuadriliun) pada 2025, tetapi pemanfaatannya sampai sekarang belum optimal.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Indonesia merupakan salah satu komunitas digital terbesar di dunia.

Namun, ia mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai berbagai risiko ancaman, termasuk serangan siber yang menargetkan sektor strategis.

“Kita harus lebih siap menghadapi tantangan ini bersama-sama,” kata Kartika Wirjoatmodjo dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu (13/9).

Pihaknya pun mengapresiasi Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum PERURI) yang menyelenggarakan Digital Resilience Summit 2025 yang mempertemukan pemimpin industri, regulator, akademisi, dan komunitas teknologi untuk membahas isu-isu krusial dalam membangun ketahanan digital di Indonesia.

Acara yang bertemakan “Integrating Cybersecurity, AI, Quantum & Privacy for Enterprise Resilience” tersebut digelar melalui kolaborasi dengan PT Xynexis International, sehingga menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan digital nasional.

Direktur Utama PERURI Dwina Septiani Wijaya menyatakan bahwa acara tersebut merupakan momentum dan wadah strategis untuk memperkuat kontribusi perseroan dalam membangun ekosistem teknologi dan keamanan digital di Indonesia.

“Di era disrupsi yang penuh risiko, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kedaulatan digital Indonesia tetap terjaga,” ujarnya.

Direktur Digital Business PERURI Farah Fitria Rahmayanti menuturkan setiap pihak harus dapat memanfaatkan perubahan teknologi untuk menghadapi ancaman serangan siber dan deepfake.

Ia menyoroti perlunya kemampuan untuk bisa mengintegrasikan cyber security (keamanan siber), artificial intelligence (kecerdasan buatan), dan teknologi kuantum untuk menjaga data privacy (privasi data) yang dikelola perseroan.

Ia juga menyampaikan pentingnya peran regulator dalam menetapkan standar tata kelola dan etika penggunaan teknologi, mengingat hal tersebut selalu memiliki dua sisi, ancaman sekaligus peluang.

“Regulator perlu menetapkan standar-standar bagaimana governance (tata kelola) dan etika bisa dilaksanakan,” kata Farah.

Senada dengan narasumber lainnya, CEO PT Xynexis International Eva Noor mengatakan bahwa semua pihak harus bersinergi dalam menyelesaikan isu-isu keamanan siber, kecerdasan buatan, teknologi kuantum, dan privasi data.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.