Pemanfaatan Bantuan Buku dari Perpusnas Perkuat Literasi Masyarakat
📅 Sabtu, 13 Sep 2025, 06:09 WIB | Oleh: Tim RedaksiKepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten (Dispusip) Garut, Totong, turut melaporkan bahwa Kabupaten Garut telah menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari Perpusnas. DAK tersebut dimanfaatkan untuk penguatan perpustakaan dan di tahun 2026 mendatang, berupa bantuan buku bermutu di rumah ibadah dan lapas.
Laporan yang sama disampaikan oleh Plt. Camat Kecamatan Kadungora, Widy Astuti Handayani. Ia berterima kasih yang mendalam atas dukungan yang telah diberikan Perpusnas. Widy mengatakan, monitoring dan evaluasi berguna untuk mengetahui manfaat buku yang telah diberikan, dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Kepala Perpusnas menandaskan, perpustakaan desa yang dibangun melalui bantuan Perpusnas dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk siswa sekolah dan madrasah.
“Kita hidup dalam komunitas pembelajar, learning community. Kalau di satu desa perpustakaannya bagus, sementara di desa lain belum, maka mari kita saling berbagi. Dengan cara, saya sangat yakin pergerakan yang disebut dengan gerakan literasi bersama, gerakan literasi masyarakat akan tumbuh dan berkembang dari masyarakat,” tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemanfaatan pemberian bantuan buku didukung oleh para penggerak literasi yang selama ini telah bekerja tanpa pamrih. “Penggerak literasi itu tidak ada yang membayar, semua gratisan. Tetapi karena ada yang ada di dalam hatinya, yaitu semangat pengabdian ingin memberikan sesuatu, barangkali itu menjadi wasilah kebaikan untuk kehidupan akhirat,”ujar Kepala Perpusnas mengapresiasi.
Perpusnas, lanjutnya, memberikan rekognisi sekaligus ruang koordinasi agar gerakan literasi lebih terarah dan berkelanjutan terhadap mereka yang bergerak dalam literasi dalam satu program yang disebut dengan Relawan Literasi Masyarakat (Relima).
Pada kesempatan yang sama, relawan Relima di kabupaten Ciamis, Wida Waridah, menyampaikan praktik baik yang telah dilakukan selama program ini berlangsung. “Di Lapas Ciamis, buku menjadi fasilitas favorit warga binaan. Koleksi buku yang tersedia bahkan sudah habis dibaca sehingga pihak lapas meminta tambahan buku,” ujar Wida.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menceritakan, pada akhir Agustus TBM Rumah Koclak menggelar kegiatan Hajatan Sastra. Buku bantuan Perpusnas sebanyak 1.000 eksemplar turut dipajang dan dimanfaatkan siswa MI, MTS, hingga SMA.
Relawan Relima di kabupaten Ciamis lainnya, Rossy Nurhayati, menyampaikan bahwa dengan menjadi relawan Relima, ia memiliki akses yang semakin mudah kepada pihak yang berwenang. “Alhamdulillah, di beberapa kecamatan dan desa, akses keluar-masuk berjalan dengan sangat baik. Bahkan, penerimaan dari masyarakat, khususnya para kepala desa, sangat terbuka dengan selalu memberikan ruang untuk bertemu,” tuturnya. Bahkan, ketika berkunjung ke TBM penerima bantuan, terutama yang masih baru, Rossy turut mengenalkan program EcoVillage, sebuah program buatannya sendiri.
Di setiap titik yang dikunjunginya, Kepala Perpusnas menekankan bahwa perpustakaan desa, sekolah, madrasah, perguruan tinggi, dan Taman Baca Masyarakat (TBM) tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus bergerak bersama. Menurutnya, disitulah pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun budaya baca di masyarakat.
Menurutnya, selama ini banyak program yang berjalan sendiri-sendiri, misalnya khusus sekolah, TBM, atau jenjang tertentu. Melalui kegiatan ini, semua pihak dipertemukan untuk membangun kebersamaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!