Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Miyos Gangsa Dal 1959: Tradisi Udhik-Udhik, Simbol Doa dan Berkah Raja

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 19:25 WIB | Oleh:
Miyos Gangsa Dal 1959: Tradisi Udhik-Udhik, Simbol Doa dan Berkah Raja Doc: Dok. Antara

Ribuan masyarakat memadati pelataran Kamandungan Lor Keraton Yogyakarta pada Jumat Pon malam (29/8), bertepatan dengan 5 Mulud Dal 1959 atau 2025 M, untuk menyaksikan prosesi sakral **Miyos Gangsa**. Tradisi turun-temurun ini merupakan bagian dari rangkaian *Adeging Pisowanan Ageng Garebeg Mulud*, penanda awal menuju puncak perayaan Garebeg Mulud dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Miyos Gangsa, yang berarti “keluarnya gamelan”, merefleksikan warisan dakwah Islam masa Wali Songo. Kala itu, gamelan dijadikan media siar karena bunyinya mampu mengundang masyarakat berkumpul di Masjid Agung, sehingga dakwah dapat disampaikan dengan cara halus dan penuh kearifan. Hingga kini, makna spiritual dan kultural itu tetap dijaga.

Dalam prosesi, dua perangkat Gamelan Sekati, Kiai Gunturmadu dan Kiai Nagawilaga, diarak dari Keraton menuju Masjid Gedhe sekitar tengah malam. Tepat pukul 20.00 WIB, utusan Dalem—kelima putri Sri Sultan Hamengku Buwono X, yakni GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Hayu, GKR Bendara, serta dua menantu KPH Purbodiningrat dan KPH Notonegoro—keluar melalui Regol Srimanganti. Mereka membawa sepuluh bokor berisi beras kuning, uang koin, biji-bijian, dan bunga untuk disebarkan kepada masyarakat.

Tradisi *udhik-udhik* inilah yang dinanti warga, sebagai simbol sedekah raja dan doa bagi kesejahteraan kawula. Suasana pun riuh saat masyarakat berebut beras, bunga, atau koin yang diyakini membawa berkah. Sebagian percaya uang koin bisa menjadi penolak bala, bunga sebagai pembawa keberuntungan, sementara beras melambangkan harapan akan kecukupan pangan.

Menjelang pukul 23.00 WIB, suasana di Keben hening saat dua perangkat gamelan dipindahkan dengan pengawalan Bregada Prawiratama dan Jagakarya. Setibanya di Masjid Gedhe, Kiai Gunturmadu ditempatkan di Pagongan selatan, sementara Kiai Nagawilaga di Pagongan utara. Tepat tengah malam, gamelan ditabuh bergantian, dimulai dengan gendhing *Rambu*, dilanjutkan *Rangkung*, *Andhong-andhong*, dan *Lung Gadhung Pel*.

Gamelan Sekaten akan terus dimainkan selama sepekan dalam tiga sesi harian, yakni pukul 08.00–11.00, 14.00–17.00, dan 20.00–23.00 WIB, kecuali Kamis malam hingga Jumat siang. Masa penabuhan inilah yang menjadi inti perayaan Sekaten, hingga gamelan dikembalikan ke Keraton dalam prosesi *Kondur Gangsa*.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.