Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dunia Kerja Hadapi Tantangan Kompleks, Transformasi Butuh Pendekatan Baru

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 16:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dunia Kerja Hadapi Tantangan Kompleks, Transformasi Butuh Pendekatan Baru Doc: Antara.
Ket. Tingginya jumlah pekerja informal menjadi tantangan besar bagi dunia kerja di Indonesia saat ini.

JAKARTA - Dunia kerja mengalami perubahan mendalam akibat teknologi digital, otomatisasi, dan perubahan demografi pekerja

Perubahan itu mendorong fleksibilitas, rekrutmen berbasis data, serta kebutuhan akan keterampilan baru seperti analitik data dan kecerdasan emosional. 

Tak hanya itu, perubahan tersebut menimbulkan tantangan seperti kesenjangan keterampilan dan risiko pengangguran akibat otomatisasi. 

Menyadari akan perubahan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Indonesia membutuhkan pendekatan baru untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.

Yassierli, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/9), menilai bahwa sekadar mengadopsi best practices dari negara lain tidak lagi cukup.

"Indonesia harus melahirkan next practices yang memadukan praktik terbaik global dengan kearifan lokal bangsa," kata dia.

Lebih lanjut, Menaker menyebut terdapat sejumlah isu besar yang harus segera ditangani, salah satunya memperkuat keterkaitan (link and match) antara pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan dunia kerja.

"Ini adalah amanat konstitusi. Setiap warga negara berhak memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak," ujar dia.

Selain itu, Yassierli juga menyoroti persoalan klasik ketenagakerjaan yang masih kerap muncul, mulai dari upah yang tidak dibayar, diskriminasi, hingga pesangon yang tidak dipenuhi.

Tantangan baru, lanjut dia, juga hadir dari pekerja platform di era digital yang membutuhkan kepastian perlindungan.

"Semua ini menegaskan pentingnya hubungan industrial yang sehat serta regulasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman," kata Menaker.

Lebih jauh, ia pun menekankan perlunya mengubah paradigma lama yang memandang pekerja sebagai beban (liability).

Menurut Yassierli, pekerja harus ditempatkan sebagai talenta sekaligus aset bangsa, terutama di tengah perubahan besar akibat disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, transisi hijau (green transition), serta bergesernya dominasi angkatan kerja ke generasi milenial dan generasi Z.

"Generasi muda bekerja tidak hanya untuk mencari penghasilan, tapi juga makna. Survei menunjukkan 24 persen di antaranya rela meninggalkan pekerjaan jika tidak menemukan purpose," kata Menaker.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kunjungan Menteri Pertahanan Tailan

26 menit yang lalu | Ones

Nasional
Kunjungan Menteri Pertahana...
Nasional
Ekonomi Dinilai Sulit Tumbu...
Nasional
Perkuat Aksi Dini untuk Ant...
Luar Negeri
Trump Desak Raksasa Minyak ...

Min Aung Hlaing akan Kunjungi Tailan

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Min Aung Hlaing akan Kunjun...
MILITER

Tokyo Ingin Tingkatkan Kekuatan Militer

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tokyo Ingin Tingkatkan Keku...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.