Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Inggris Khawatirkan Dampak AI Bagi Sektor Pekerjaan

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 20:33 WIB | Oleh:
Warga Inggris Khawatirkan Dampak AI Bagi Sektor Pekerjaan Doc: AFP-JIJI
Ket. Ilustrasi sekelompok warga di depan gedung parlemen di ibu kota London, Inggris.

LONDON - Sebuah survei baru mengungkapkan pada Rabu (27/8) bahwa setengah dari kalangan dewasa di Inggris khawatir tentang kemungkinan dampak kecerdasan buatan (AI) pada pekerjaan mereka.

Sebuah jajak pendapat terhadap 2.600 orang dewasa Inggris oleh Trade Congress Union (TUC) menunjukkan "kegelisahan dan kekhawatiran mendalam" di antara masyarakat umum tentang ekspansi cepat AI, terutama dampak potensial pada pekerjaan mereka.

Kehilangan pekerjaan atau perubahan syarat dan ketentuan adalah kekhawatiran yang paling umum dikutip, dicatat pada jajak pendapat.

Temuan ini mengungkapkan bahwa 51 persen orang dewasa prihatin dengan dampak AI dan teknologi baru pada pekerjaan mereka, sehingga TUC mendesak pemerintah untuk melakukan 'perubahan besar' dalam pendekatan negara terhadap pengembangan dan penerapan AI."

Survei menunjukkan 52 persen pemilih Buruh, 49 persen pemilih konservatif, dan 52 persen pemilih reformasi, semuanya menyatakan kekhawatiran.

62 persen pekerja dalam rentang usia 25-34 menyatakan dampak AI adalah kekhawatiran khusus di awal karir mereka, menurut hasil jajak pendapat.

Setengah dari masyarakat juga merasa bahwa pekerja dan serikat pekerja harus punya suara yang sama dengan perusahaan dalam menentukan masa depan AI dan teknologi di Inggris. Hanya 17 persen dari mereka yang tidak setuju dengan hal itu.

Kate Bell, Asisten Sekretaris Jenderal TUC, mengatakan bahwa AI dapat memiliki potensi transformatif dan jika dikembangkan dengan benar, pekerja dapat memperoleh manfaat dari peningkatan produktivitas yang mungkin dibawa oleh teknologi ini.

"Tetapi agar ini terjadi, pekerja harus ditempatkan di jantung inovasi AI," kata Bell.

Dia memperingatkan bahwa jika tidak dikendalikan dengan baik dan jatuh ke tangan yang salah, revolusi AI bisa membuat ketidaksetaraan semakin parah karena pekerjaan hilang atau berkurang, sementara pemegang saham justru semakin kaya. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.