Percuma Demo, DPR Mana Pernah Mendengarkan Suara Rakyat. Mereka Terlalu Menikmati Tunjangan Tak Mungkin Mau Melepas Kenikmatan Tersebut
📅 Kamis, 28 Agu 2025, 12:57 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Sebenarnya didemo sampai kapan pun bahkan hingga demonstrans dihajar aparat, tak akan mengubah apa-apa. Minta DPR membatalkan tunjangan-tunjangan yang memang di luar NURUL, jelas tidak mungkin. Mereka tak mungkin melepaskan uang yang begitu gampang didapat. Mereka tinggal menekan pemerintah dengan berbagai bargaining. Kalau mau RAPBN disetujui, ya seluruh permintaan tunjangan DPR harus dipenuhi. Jika tidak, tak akan disetujui.
Sikap mental seperti ini sudah terjadi di DPR dari periode ke periode. Jadi didemo seperti apa pun, tak akan ada yang berubah dari tunjangan-tunjangan yang luar biasa itu. Namun yang penting aparat janganlah represif terhadap para pengunjuk rasa. Mereka sudah lelah-lelah berteriak-teriak dan tidak didengarkan DPR, kasihan kalau pada ditangkapi.
Sudah benar bila Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri minta kepada seluruh aparat keamanan yang mengawal aksi unjuk rasa Kamis ini agar tidak melakukan tindakan agresif dan represif. "Tindakan represif hanya dilakukan oleh tim Reskrim terhadap massa yang bertindak anarkis. Penggunaan gas air mata pun hanya boleh dilakukan atas perintah langsung Kapolda," kata Asep di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan Polda Metro Jaya menurunkan sebanyak 4.500 lebih personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen buruh di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat. Untuk itu, dia menegaskan kepada seluruh personel agar mengedepankan sikap humanis dan terukur dalam bertugas, serta tidak bergerak sendiri, tetap kompak, dan selalu berkoordinasi dengan komandan lapangan.
Kapolda juga menekankan agar tidak ada personel yang membawa senjata api ataupun melakukan tindakan agresif. Jika ditemukan barang terlarang, seperti bom molotov atau senjata tajam, sambung dia, maka akan segera diamankan sesuai prosedur, tanpa bertindak sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kendalikan diri kita, sabar dan terukur. Jangan mudah terprovokasi, jangan ada pelanggaran aturan. Semua bergerak satu komando," ujar Asep. Selain polisi, personel TNI juga disiagakan di sekitar Gedung DPR/MPR dan sejumlah titik perbatasan, seperti stasiun, untuk mengantisipasi gangguan keamanan.
"Tidak ada yang membawa senjata api, tidak ada penembakan. Jangan bersikap agresif atau emosional. Keselamatan masyarakat dan anggota adalah prioritas, kita kedepankan sikap humanis," tegas Asep. Seperti diketahui, ribuan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta disiagakan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa pada hari ini sehingga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!