Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Layanan Digital Pemerintah Diharapkan Tekan Defisit APBN Rp400 Triliun

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Layanan Digital Pemerintah Diharapkan Tekan Defisit APBN Rp400 Triliun Doc: istimewa
Ket. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan optimistis layanan digital pemerintah atau government technology (GovTech) bisa membantu menekan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga 400 triliun rupiah.

“Defisit APBN, kalau saya tidak keliru, kira-kira 600 triliun rupiah. Dengan penghematan secara sepintas dihitung oleh tim itu hampir 350-400 triliun rupiah,” kata Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/8).

Luhut bersama tim mengerjakan GovTech untuk mereformasi sistem pemerintahan, sebagaimana mandat Presiden Prabowo Subianto yang ia terima sekitar tujuh bulan lalu.

Secara khusus, pengembangan GovTech mulai mengadopsi akal imitasi (AI) sejak Maret 2025.

Bersamaan dengan itu, dibentuk Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah yang diketuai oleh Luhut. Komite tersebut dibentuk untuk memastikan program reformasi digital benar-benar berjalan dengan tepat sasaran.

Saat ini, Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah menggelar rapat perdana untuk menandai dimulainya langkah konkret memperkuat fondasi Indonesia menuju pemerintahan digital yang inklusif, efisien, transparan, dan berdaulat.

Ketua DEN menyebut akan menyerahkan laporan hasil rapat kepada Prabowo Rabu (27/8) besok. Laporan itu juga mencakup struktur, model, hingga potensi penghematan.

“Jadi, keinginan Presiden untuk defisit APBN itu lebih rendah dari apa yang ada sekarang, seperti yang beliau pidatokan, mungkin tidak nol, tapi secara bertahap sampai 2026 kami kira akan bisa kami lakukan dengan baik,” ungkap Luhut.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya saat Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan, mengharapkan pada 2027 atau 2028, APBN RI tidak defisit lagi.

“Adalah harapan saya, adalah cita-cita saya, untuk suatu saat, apakah dalam 2027 atau 2028, saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini, untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali,” kata Prabowo.

Adapun pada RAPBN 2026, Pemerintah mengalokasikan belanja negara sebesar 3.786,5 triliun rupiah, pendapatan negara ditargetkan 3.147,7 triliun rupiah, dan defisit sebesar 638,8 triliun rupiah atau 2,48 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Reformasi Tata Kelola Digital

Chief Business & Partnership BOTIKA, Galuh Koco Sadewo mengatakan GovTech baru akan efektif menekan biaya negara bila dipahami bukan sekadar proyek menambah aplikasi baru, melainkan reformasi tata kelola digital secara menyeluruh.

“Jika GovTech hanya menambah satu platform lagi di atas ribuan aplikasi lama, maka potensi pemborosan tetap besar. Yang dibutuhkan adalah integrasi dan konsolidasi, bukan sekadar menambah jumlah aplikasi,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Harga Cabai di Mataram Turu...
Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.