Layanan Digital Pemerintah Diharapkan Tekan Defisit APBN Rp400 Triliun
📅 Kamis, 28 Agu 2025, 01:05 WIB | Oleh: Eko SGaluh menekankan perlunya audit menyeluruh terhadap 27 ribu aplikasi pemerintahan yang saat ini ada. Dari proses tersebut, akan terlihat aplikasi mana yang benar-benar dipakai, mana yang duplikat, dan mana yang bisa digabung.
“Tanpa rasionalisasi aplikasi, potensi penghematan hanya akan menjadi angka di atas kertas,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya arsitektur data dan standar interoperabilitas nasional. Menurutnya, efisiensi hanya bisa lahir ketika data dan layanan terhubung lintas instansi. “Kalau standar tidak seragam, integrasi hanya akan menjadi jargon,” katanya.
Galuh pun mengingatkan agar belanja teknologi informasi pemerintah diperlakukan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar proyek. Tolok ukur yang harus dijadikan acuan antara lain efisiensi, kecepatan layanan, serta kepuasan publik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!