Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Rejang Lebong Minta Perusahaan Swasta Serap Pekerja Disabilitas

📅 Senin, 25 Agu 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Rejang Lebong Minta Perusahaan Swasta Serap Pekerja Disabilitas Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Rejang Lebong Syamsir Madani.

Rejang Lebong, Bengkulu - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meminta perusahaan swasta di daerah itu untuk menyerap pekerja penyandang disabilitas sehingga bisa memberikan kesempatan mereka bekerja di sektor formal.

"Di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menjelaskan hak-hak penyandang disabilitas seperti hak pekerjaan, hak kemandirian, maupun hak inklusi sosial," kata Kepala Disnakertrans Rejang Lebong Syamsir Madani saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu (24/8).

Dia menjelaskan, untuk mengimplementasikan UU itu beberapa waktu lalu sudah dilakukan sosialisasi kepada pelaku usaha serta kelompok penyandang disabilitas daerah ini. 

"Sosialisasi ini juga bertujuan untuk menginventarisasi tenaga kerja difabel yang telah bekerja di sektor swasta, sekaligus membangun komitmen dunia usaha untuk lebih inklusif dalam merekrut pekerja difabel," katanya.

Menurut dia, berdasarkan data dari Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif (PMMI) Provinsi Bengkulu menyebutkan jumlah penyandang disabilitas di Rejang Lebong tersebar dalam 15 kecamatan mencapai 1.100 orang.

Dari jumlah penyandang disabilitas di Rejang Lebong ini kebanyakan mereka bekerja mandiri seperti membuka usaha bengkel, dagang, usaha kerajinan dan lainnya.

"Sedangkan untuk yang bekerja menjadi ASN di Pemkab Rejang Lebong sudah ada beberapa orang. Namun untuk jumlah pastinya akan dilakukan pendataan ulang termasuk CPNS dan PPPK yang lulus seleksi tahun anggaran 2024," katanya. 

Untuk mengetahui jumlah pasti kaum difabel di Kabupaten Rejang Lebong yang sudah bekerja dan masih menganggur pihaknya akan berkoordinasi dengan 156 desa/kelurahan daerah ini.

Pihaknya, akan meminta mereka untuk menyampaikan jumlah dan yang berpotensi untuk dapat bekerja di sektor formal, sehingga nantinya bisa disampaikan kepada perusahaan yang ada di daerah itu.

"Untuk pelaku usaha ini kita dorong memberdayakan mereka dan jika tidak bisa agar program CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) masing-masing perusahaan dapat disalurkan kepada para penyandang disabilitas ini dalam pengembangan usaha yang bisa mereka kembangkan," demikian Syamsir Madani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Megapolitan
Dampak Erupsi Anak Krakatau...
Luar Negeri
Pesawat Kargo Amazon Jatuh ...
Advertisement
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Jakarta? Polisi Bergerak, 1.200 Masker Dibagikan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Jakarta? Polisi Bergerak, 1.200 Masker Dibagikan

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.