Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Hari Ini, Mayoritas Kota Besar Berawan hingga Hujan Lebat

📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 07:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cuaca Hari Ini, Mayoritas Kota Besar Berawan hingga Hujan Lebat Doc: ANTARA
Ket. Seorang pria menggunakan payung saat hujan di Rest Area Gunung Mas, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/1/2026).x

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Sabtu (20/6).

Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Nazmi Nariyah menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang dari Samudra Pasifik Timur Filipina dan Samudra Hindia barat Sumatera.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Tanjung Pinang, Padang, dan Tanjung Selor.

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Denpasar, Kupang, Sorong, Nabire, dan Jayapura

Adapun kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni wilayah Jakarta, Banjarmasin, Mataram, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayawijaya dan Merauke.

Sebelumnya pada Kamis (18/6), Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan kemampuan Indonesia dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa siklus El Nino terakhir.

Ia menjelaskan bahwa luas karhutla saat El Nino terus menunjukkan tren penurunan. Pada El Nino 2015, luas karhutla tercatat sekitar 2,61 juta hektare, turun menjadi 1,64 juta hektare pada 2019, dan kembali menurun menjadi sekitar 1,16 juta hektare pada 2023.

Dalam dua siklus El Nino terakhir, lanjutnya, luas karhutla berhasil ditekan hingga 55,6 persen dibandingkan kondisi tahun 2015.

Selain itu, ia mengatakan BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal, berlangsung lebih lama, dan lebih kering dengan puncak kemarau pada Juli hingga September.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.