Abaikan Usulan Perundingan, Netanyahu Malah Perintahkan Militer Israel Duduki Gaza
📅 Kamis, 21 Agu 2025, 09:31 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: istimewa
YERUSALEM - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (20/8) malam memerintahkan militer untuk segera menduduki Kota Gaza, mengabaikan usulan gencatan senjata dari para perunding yang disampaikan dua hari sebelumnya.
Dalam unggahan di platform X, kantor Netanyahu menyatakan bahwa sebelum mengeluarkan perintah itu, dia telah menginstruksikan agar "jadwal merebut benteng" Hamas dan mengalahkan kelompok perlawanan Palestina itu "dipercepat."
Sebelumnya pada hari yang sama, militer Israel mulai mengirimkan surat panggilan kepada 60.000 tentara cadangan setelah Menteri Pertahanan Katz menyetujui rencana pendudukan Kota Gaza dalam Operasi Gideon’s Chariots 2.
Operasi militer tersebut merupakan kelanjutan dari operasi sebelumnya, di mana Israel melancarkan serangan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Namun, para mantan politisi dan pejabat militer Israel mengakui operasi 16 Mei itu gagal mencapai tujuan utama: menghancurkan Hamas dan membebaskan semua sandera.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, militer Israel mengeklaim telah menguasai 75 persen wilayah Gaza.
Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Kabinet Keamanan akan bertemu pada Kamis untuk menyetujui rencana pendudukan Kota Gaza.
"Sementara itu, pembicaraan di balik layar terus berlangsung mengenai kesepakatan sandera. Netanyahu kurang tertarik pada kesepakatan parsial yang telah disetujui Hamas, tetapi dia belum sepenuhnya menutup pintu," menurut laporan harian Israel itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Disebutkan, bagi Netanyahu, pendudukan Kota Gaza bisa dipakai untuk "menekan Hamas agar menyetujui kesepakatan komprehensif sesuai syarat Israel: pelucutan senjata Hamas, pengasingan para pemimpinnya, serta pengucilan kelompok itu dari pemerintahan di masa depan."
Menurut laporan Channel 14, militer Israel sudah beroperasi di pinggiran Kota Gaza, termasuk di kawasan permukiman Zeitoun.
Sejak Selasa malam, mereka juga beroperasi di Jabalia, Gaza utara, sebagai persiapan sebelum serangan besar-besaran.
Stasiun TV Israel itu menambahkan bahwa Divisi ke-98 akan kembali dikerahkan ke Jalur Gaza, sehingga total ada lima divisi yang akan terlibat dalam Operasi Gideon’s Chariots 2.
Disebutkan pula, pertemuan Kabinet Keamanan pada Kamis akan memutuskan apakah melanjutkan perundingan atau melancarkan operasi militer penuh untuk menduduki Kota Gaza.
Pernyataan Netanyahu dan rencana operasi militer itu muncul ketika para perunding dari Mesir, Qatar, dan AS terus berupaya menengahi gencatan senjata dan pertukaran tahanan setelah Israel menerima usulan baru yang disetujui Hamas pada Senin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!