Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenapa Malam Hari Terasa Lebih Dingin? IPB Jelaskan Fenomena Bediding di Musim Kemarau

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenapa Malam Hari Terasa Lebih Dingin? IPB Jelaskan Fenomena Bediding di Musim Kemarau Doc: Antara
Ket. Diskanla Indramayu saat mengenalkan produk olahan bandeng hasil kolaborasi dengan IPB University di Indramayu, Jawa Barat.

Kabupaten Bogor - Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University Dr Givo Alsepan menjelaskan suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari saat musim kemarau merupakan fenomena alam yang dikenal sebagai bediding.

Givo dalam keterangannya, di Bogor, Rabu (22/7), mengatakan fenomena bediding bukan dampak langsung perubahan iklim, melainkan bagian dari dinamika iklim musiman yang hampir selalu terjadi pada periode Juni hingga September.

"Bediding merupakan fenomena atmosfer yang normal terjadi selama musim kemarau. Ia tidak berdiri sendiri, melainkan manifestasi dari proses fisik atmosfer. Kondisi ini terjadi ketika suhu minimum harian turun cukup signifikan akibat pendinginan radiasi yang berlangsung sangat efektif," katanya lagi.

Dia menjelaskan, fenomena tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah kondisi atmosfer yang lazim terjadi selama musim kemarau. Salah satu penyebab utamanya ialah langit yang cenderung cerah pada malam hari, sehingga panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih mudah dipancarkan kembali ke atmosfer dan luar angkasa.

Selain itu, udara pada musim kemarau umumnya lebih kering dibandingkan musim hujan. Berkurangnya kandungan uap air di atmosfer membuat panas tidak banyak tertahan sehingga proses pendinginan berlangsung semakin efektif.

"Ketika udara lebih kering, pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung lebih efektif. Akibatnya, udara pada malam hingga pagi hari terasa jauh lebih dingin," ujarnya.

Menurut Givo, kondisi tersebut lebih terasa di daerah pegunungan dan dataran tinggi, karena dipengaruhi elevasi yang lebih tinggi serta aliran udara dingin yang cenderung berkumpul di lembah. Di kawasan seperti Dataran Tinggi Dieng, kondisi itu bahkan dapat memicu terbentuknya embun beku atau embun upas.

Ia menambahkan, angin monsun Australia turut memperkuat fenomena bediding. Pada musim kemarau, Australia sedang mengalami musim dingin, sehingga massa udara yang bergerak menuju Indonesia membawa karakter udara yang lebih sejuk dan kering, terutama ke wilayah selatan khatulistiwa seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Menurut dia, fenomena El Nino yang sedang berkembang juga berpotensi memperkuat kondisi kemarau melalui penurunan curah hujan, kelembapan udara yang lebih rendah, serta langit yang lebih sering cerah pada malam hari sehingga proses pendinginan radiasi berlangsung lebih optimal.

Givo mengimbau masyarakat menjaga kesehatan selama fenomena tersebut berlangsung, terutama anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit pernapasan karena udara yang dingin dan kering dapat memperburuk gejala influenza, asma, maupun infeksi saluran pernapasan.

Ia juga mengingatkan masyarakat tetap mencukupi kebutuhan cairan tubuh meski cuaca terasa dingin serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang cenderung meningkat pada musim kemarau.

Menurut dia, fenomena bediding diperkirakan masih berlangsung hingga puncak musim kemarau pada akhir Juli hingga Agustus, bahkan di beberapa wilayah dapat berlanjut hingga awal September bergantung pada perkembangan kondisi atmosfer.

"Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena bediding merupakan bagian dari siklus iklim musiman. Yang terpenting adalah terus mengikuti informasi prakiraan cuaca dan iklim dari BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca secara lebih baik," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan
    Preview komentar:
    Apakah layanan WhatsApp Bank Neo 24 jam? Ya, Layanan ...
  • Rumput Laut & Agar-agar RI Masuk AS Bebas Tarif Tambahan 10%
    Preview komentar:
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
    Berapakah Wa bank neo? Nomor WhatsApp resmi layanan ...
  • Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah
    Preview komentar:
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
    Berapakah WA Neo bank? Ya, Nomor WhatsApp resmi ...
Megapolitan
Penyaluran Bantuan Sumur Bo...
Daerah
Melestarikan Budaya Lewat F...
Daerah
Kabut Asap Mengancam Keseha...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.