Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Obligasi Bertenor 7 Tahun Agar Sehat

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Obligasi Bertenor 7 Tahun Agar Sehat Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

JAKARTA – Tahun depan Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah dengan tenor 7 tahun. Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memiliki alasan tersendiri terkait penetapan tenor minimal tujuh tahun untuk obligasi daerah senilai 3,5 triliun.

Dia menyebutkan alasan tersebut, agar skema pembiayaan kreatif dapat berjalan secara sehat, transparan, dan sesuai dengan karakter proyek-proyek infrastruktur yang akan dibiayai. “Walaupun ada pemotongan dana bagi hasil, kita melakukan creative financing supaya keuangan Jakarta jauh lebih sehat, dan terbuka. Itulah alasan tenor tujuh tahun minimum,» kata Pramono, Rabu.

Dia pun memastikan Pemprov memiliki kemampuan untuk memenuhi seluruh kewajiban pembayaran obligasi tersebut. Penerbitan obligasi justru akan membuat pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta menjadi lebih sehat.

“Jakarta pasti sanggup. Dengan creative financing ini, APBD Jakarta akan menjadi lebih sehat. Mudah-mudahan lebih membawa manfaat bagi masyarakat,” tutur Pramono. Dia menyebutkan obligasi daerah senilai 3,5 triliun itu akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek pelayanan publik yang bersifat jangka panjang.

Beberapa proyek yang akan didanai itu, antara lain pembangunan LRT rute Manggarai-Dukuh Atas, rumah sakit umum daerah, sekolah, embung, polder, serta infrastruktur publik lainnya. Lebih lanjut, dia mengungkapkan penerbitan obligasi daerah itu merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

Untuk itu, Pemprov memilih nilai penerbitan yang relatif kecil dibandingkan kapasitas APBD Jakarta yang mencapai sekitar 81 triliun. Pramono berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain apabila pelaksanaannya berhasil.

“Ini adalah pertama kali obligasi daerah yang diluncurkan di republik ini. Kalau ini berhasil dan kemudian menjadi instrumen creative financing, saya yakin ini bisa dicontoh di daerah-daerah lain,” ujar Pramono. ν Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.