Pemkab Kepahiang Minta Pengembang PSN PLTP Kabawetan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
📅 Kamis, 23 Jul 2026, 01:20 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Pertamina Geothermal Energy
BENGKULU - Pemerintah Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu meminta pengembang dan pelaksana Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Kecamatan Kabawetan memprioritaskan tenaga kerja lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bupati Kepahiang Zurdi Nata mengatakan tenaga kerja asal Kabupaten Kepahiang harus menjadi prioritas sesuai kebutuhan pekerjaan dan kompetensi pada setiap tahapan pembangunan proyek.
"Saya meminta agar tenaga kerja lokal diprioritaskan sesuai kebutuhan dan kompetensi," kata Zurdi di Kepahiang, Rabu.
Ia mengatakan proyek PLTP tidak hanya diharapkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabawetan dan sekitarnya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui aktivitas ekonomi yang berkembang selama proses pembangunan.
Manajer PLN UPP 2 Bengkulu Sumbagsel Adi Saputro mengatakan tahap eksplorasi membutuhkan infrastruktur yang memadai karena melibatkan penggunaan alat berat. Oleh karena itu, jalan dan jembatan menuju lokasi proyek akan ditingkatkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, peningkatan infrastruktur tersebut tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan eksplorasi, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat, terutama untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi lainnya.
Sementara itu, Presiden Direktur MCI Renewable Julfi Hadi mengatakan kegiatan eksplorasi panas bumi dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, termasuk menjaga kawasan Bukit Hitam.
Ia mengatakan kawasan hutan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan potensi panas bumi sehingga kelestariannya harus dipertahankan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemanfaatan energi panas bumi, kata dia, tidak akan mengurangi ketersediaan air bersih bagi masyarakat karena pembangkit memanfaatkan uap dari lapisan bawah permukaan bumi, bukan air permukaan yang digunakan warga sehari-hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!