Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Imbau Waspada Fenomena MJO Pemicu Hujan Lebat di DIY

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 16:20 WIB | Oleh:
BMKG Imbau Waspada Fenomena MJO Pemicu Hujan Lebat di DIY Doc: ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Ket. Arsip - Sejumlah kendaraan menembus hujan lebat.

Yogyakarta -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mewaspadai adanya hujan lebat yang dipicu oleh munculnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia.

Analis Cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Slamet saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa, menyebut fenomena MJO diperkirakan masih berlangsung hingga 21 Agustus 2025. 

"Secara kondisi, ada fenomena MJO atau Madden Julian Oscillation. MJO ini adalah menghangatnya kondisi suhu muka laut di Samudra Hindia, Barat Sumatra," ujar Slamet. 

Dengan fenomena itu, menurut dia, massa udara dari Samudra Hindia sebelah timur Afrika bergerak menuju wilayah Indonesia sehingga memicu peningkatan potensi uap air. 

"Pergerakan massa udara dari Samudra Hindia sebelah timur Afrika berbondong-bondong ke wilayah Indonesia sehingga menambah potensi uap air di Indonesia," katanya.  

Selain dipicu oleh MJO, Slamet menambahkan kondisi angin juga turut memperkuat pembentukan uap air di langit DIY.

Slamet menjelaskan, fenomena gangguan cuaca tersebut mulai aktif sejak 19 Agustus 2025 ketika pusat MJO bergeser dari zona Samudra Hindia ke wilayah Indonesia.

"Kemarin sebenarnya sudah mulai. Nah, kemarin pusat MJO-nya masih di zona Samudra Hindia, tapi masih agak ke barat. Nah, sekarang sudah mulai masuk di wilayah Indonesia," katanya.

Menurutnya, saat ini memang terdapat bibit siklon tropis 90W di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina, namun tidak berpengaruh langsung terhadap cuaca di DIY.

"Sebenarnya dampak yang menjadi penyebab utamanya adalah karena adanya MJO tadi," ujar Slamet.

BMKG Yogyakarta mengimbau masyarakat tetap waspada karena dalam tiga hari ke depan cuaca di wilayah DIY masih berpotensi hujan sedang hingga lebat meski saat ini masih berada pada fase musim kemarau.

"Imbauannya sampai dengan tiga hari ke depan, mengenai cuaca itu masih berpotensi hujan sedang hingga lebat," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.