Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selamatkan Uang Rakyat, Ekonom Desak Presiden Prabowo Ambil Alih 51% Saham BCA Terkait Skandal BLBI

📅 Senin, 18 Agu 2025, 12:25 WIB | Oleh:
Selamatkan Uang Rakyat, Ekonom Desak Presiden Prabowo Ambil Alih 51% Saham BCA Terkait Skandal BLBI Doc: Antara
Ket. Gedung Kantor Pusat BCA Jakarta

JAKARTA- Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN), Sasmito Hadinegoro, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan aset negara terkait mega skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Salah satu langkah yang dinilainya penting adalah mengambil alih 51 persen saham Bank Central Asia (BCA) yang saat ini dikuasai swasta.

Menurut Sasmito, saham tersebut bisa diambil kembali tanpa membayar, dan nilainya diperkirakan dapat menambah kas negara hingga 700 triliun rupiah. Langkah itu relevan mengingat kondisi keuangan negara yang tengah ketat. 

“Pemerintah punya hak untuk mengambil kembali 51 persen saham BCA tanpa harus membayar. Presiden perlu membentuk tim khusus untuk membongkar dugaan mafia keuangan di balik skandal ini,” kata Sasmito dalam keterangan tertulis baru-baru ini di Jakarta. 

Sasmito memaparkan, pada Desember 2002, nilai valuasi BCA diperkirakan mencapai 117 triliun rupiah. Namun, dalam laporan keuangan saat itu, BCA masih memiliki kewajiban kepada negara sebesar 60 triliun rupiah. Kewajiban tersebut merupakan bagian dari utang eks BLBI yang diangsur 7 triliun rupiah per tahun. 

Ia menduga proses penjualan 51 persen saham BCA kepada Farallon Capital yang kemudian dikuasai Grup Djarum pada era Presiden Megawati dilakukan secara tidak transparan.

Menurutnya, BCA sebenarnya adalah aset negara yang diperoleh dari pelunasan utang konglomerat Anthony Salim kepada pemerintah setelah krisis moneter 1998. Saat itu, Anthony Salim memiliki kewajiban BLBI sebesar 33 triliun rupiah ditambah kredit macet di BCA senilai 53 triliun rupiah. 

Dari total kewajiban tersebut, Salim hanya membayar tunai sekitar 100 miliar rupiah dan menyerahkan 108 perusahaan, anak usaha Salim Group, termasuk PT Astra dan BCA.

Meski sudah menjadi aset negara, kata Sasmito, BCA tetap menerima subsidi bunga Obligasi Rekapitalisasi (OR) eks BLBI pada periode 2004-2009 sebesar 7 triliun rupiah per tahun, totalnya 42 triliun rupiah.

Kebijakan tersebut jelasnya sebagai bentuk pemborosan APBN yang sumbernya berasal dari pajak rakyat. “Subsidi bunga itu masih dibayarkan tiap triwulan hingga sekarang. Jumlahnya besar sekali, mungkin saat ini totalnya sudah mencapai 1.500 triliun rupiah,” katanya.

Sasmito mengungkapkan, pada 4 September 2018, ia pernah dipanggil Kepala Staf Presiden Moeldoko untuk dikonfrontasikan langsung dengan pihak BCA. Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku menjelaskan seluruh data dan tidak mendapat bantahan dari pihak bank. 

“Kami tidak mempermasalahkan BCA yang sekarang berjalan, tapi jika kasus ini diusut tuntas, aset senilai 700 triliun rupiah bisa masuk ke Danantara Indonesia,” katanya. 

Jika Presiden Prabowo tidak mengambil langkah, Sasmito menyatakan siap memimpin Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Keuangan Negara.

“Tinggal bentuk satgas saja. Jika dipercaya, saya bersedia menjadi ketuanya demi kepentingan NKRI,” tegasnya.

Tolak SKL ke Obligor

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.