Selamatkan Uang Rakyat, Ekonom Desak Presiden Prabowo Ambil Alih 51% Saham BCA Terkait Skandal BLBI
📅 Senin, 18 Agu 2025, 12:25 WIB | Oleh: Eko SSelain itu, Sasmito mengenang dukungan almarhum ekonom senior Kwik Kian Gie terhadap perjuangannya mengungkap skandal BLBI-BCA. Menurutnya, Kwik adalah sosok nasionalis yang konsisten menolak kebijakan yang merugikan negara, termasuk pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada obligor BLBI.
Beberapa bulan sebelum Kwik meninggal, Sasmito sempat mengunjungi rumahnya di Radio Dalam, Jakarta Selatan, untuk berdiskusi mengenai rencana seminar bertema “Pornografi Keuangan Negara” yang akan membahas skandal BLBI-BCA.
Awalnya Kwik setuju, bahkan telah menyiapkan kerangka acara, namun kemudian membatalkan karena khawatir terhadap keamanan dan masa depan Sekolah Bisnis Kwik Kian Gie yang ia dirikan.
Meski begitu, Sasmito menegaskan seminar akan tetap digelar untuk mengajak masyarakat “melawan lupa” terhadap dugaan penyelewengan dalam penjualan saham BCA.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bagi saya, Pak Kwik bukan hanya ekonom senior, tapi juga kawan seperjuangan dalam menyelamatkan bangsa ini dari kerusakan akibat salah kelola keuangan negara,” katanya.
Sasmito juga menuding sejumlah mantan Menteri Keuangan dan pejabat tinggi negara dari berbagai era pemerintahan patut diduga terlibat dalam proses yang merugikan negara tersebut.
“Mereka diduga berkolusi dengan pemilik Grup Djarum merampok aset BCA yang kini nilainya sekitar Rp1.400 triliun. Namun KPK, Polri, dan Kejagung membiarkannya,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menutup pernyataannya dengan mendesak Presiden Prabowo untuk memenuhi komitmen memerangi korupsi.
"Pada HUT RI ke-80, saatnya Presiden membuktikan tekadnya, bukan hanya memberi imbauan simbolis. Ini soal menyelamatkan uang rakyat,” pungkas Sasmito.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!