Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Kembali Perpanjang Penundaan Tarif Tiongkok sampai 9 November

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 02:42 WIB | Oleh:
Trump Kembali Perpanjang Penundaan Tarif Tiongkok sampai 9 November Doc: Istimewa
Ket. Trump menandatangani perintah eksekutif yang memperpanjang batas waktu kenaikan tarif beberapa jam sebelum perjanjian berakhir

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin (11/8), sekali lagi menunda penerapan tarif besar-besaran terhadap Tiongkok dengan mengumumkan penundaan selama 90 hari,  hanya beberapa jam sebelum perjanjian antara dua ekonomi terbesar dunia itu berakhir.Dari The Guardian, Trump menandatangani perintah eksekutif yang memperpanjang batas waktu tarif yang lebih tinggi terhadap Tiongkok hingga 9 November. Para pejabat Tiongkok mengatakan sebelumnya pada hari itu bahwa mereka berharap Amerika Serikat akan mengupayakan hasil perdagangan yang “positif” pada hari Senin, karena masa detente 90 hari yang dicapai antara kedua negara pada bulan Mei akan segera berakhir."Kami berharap AS akan bekerja sama dengan Tiongkok untuk menindaklanjuti konsensus penting yang dicapai selama panggilan telepon antara kedua kepala negara … dan mengupayakan hasil positif berdasarkan kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lin Jian, dalam sebuah pernyataan.Para pejabat Tiongkok dan AS mengatakan mereka memperkirakan jeda akan diperpanjang setelah putaran perundingan perdagangan terakhir yang diadakan bulan lalu di Stockholm. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent,  mengatakan pekan lalu bahwa AS memiliki "potensi" untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok dan ia optimistis tentang jalan ke depan.Kegagalan mencapai kesepakatan akan berdampak besar. Trump telah mengancam tarif terhadap Tiongkok hingga 245 persen, sementara Tiongkok mengancam tarif balasan sebesar 125 persen, yang memicu perang dagang antara negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia.Pada hari Minggu, Trump mengunggah di TruthSocial bahwa Tiongkok harus melipatgandakan pembelian kedelainya dari AS untuk membantu mengurangi defisit perdagangan antara AS dan Tiongkok.Saat ini, ekspor AS ke Tiongkok dikenakan tarif sekitar 30 persen, sementara impor dari Tiongkok dikenakan tarif dasar sebesar 10 persen dan tarif tambahan sebesar 20 persen sebagai tanggapan atas tuduhan penyelundupan fentanil terhadap Tiongkok. Beberapa produk dikenakan pajak dengan tarif yang lebih tinggi. Ekspor AS ke Tiongkok dikenakan tarif sekitar 30 persen.Federal Reserve dan banyak ekonom berpendapat bahwa tarif akan mendorong kenaikan harga di AS. Para ahli strategi Goldman Sachs memperkirakan bahwa konsumen AS telah menyerap 22 persen biaya tarif hingga Juni 2025. Porsi tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 67 persen jika tarif baru-baru ini mengikuti pola yang sama seperti sebelumnya.Sebelum batas waktu tarif, pembuat chip Nvidia dan AMD setuju untuk membayar pemerintah AS sebesar 15 persen dari pendapatan mereka dari chip canggih yang dijual ke Tiongkok sebagai imbalan atas lisensi ekspor ke pasar.Stephen Olson, mantan negosiator perdagangan AS, mengatakan kepada Bloomberg tentang kesepakatan tersebut: "Yang kita saksikan sebenarnya adalah monetisasi kebijakan perdagangan AS di mana perusahaan-perusahaan AS harus membayar pemerintah AS untuk mendapatkan izin ekspor. Jika demikian, kita telah memasuki dunia yang baru dan berbahaya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Advertisement
astra2
Advertisement
gaia musik festival
Luar Negeri
Jerman Batasi Ruang Gerak d...
Luar Negeri
Inggris Berantas Habis Disk...
Daerah
BMKG: Kaltim Berpotensi Ala...
Advertisement
gaia musik festival
Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Namanya Tunggal ke DPR

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.