Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Apartemen' Lebah, Inovasi Budi Daya Lebah Madu untuk Memberdayakan Masyarakat

📅 Senin, 11 Agu 2025, 17:44 WIB | Oleh:

Sulaeman meyakini berbagai produk yang dihasilkan lebah dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan gizi masyarakat, mengobati penyakit, hingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan, terutama yang berada di kawasan pinggir hutan.

Melalui pelatihan yang diberikan, masyarakat diberikan bagaimana mengelola "apartemen" lebah itu, diajarkan bagaimana cara budi daya lebah yang baik, sehingga menghasilkan madu, resin, maupun polen. Hal itu, sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan atau dengan kata lain masuk ke dalam kegiatan ekonomi sirkular.

Usaha itu termasuk dalam sistem perlebahan yang organik, karena lebahnya mencari makanan yang alami atau yang tidak disemprot pestisida atau herbisida dan juga tidak dipupuk berlebihan. 

Hanya saja, yang menjadi tantangan jika di wilayah itu menggunakan sistem pertanian konvensional, yang banyak menggunakan pestisida, karena otomatis mengurangi populasi lebah trigona yang tidak tahan dengan adanya penggunaan pestisida.

Keberadaan lebah di satu wilayah juga mengindikasikan kondisi ekosistem di sekitar itu, karena lebah merupakan polinator alami yang membantu penyerbukan, sehingga produktivitas tanaman meningkat.

Melalui inovasi itu pula, diharapkan madu Indonesia dapat terangkat di kancah global. Selama ini yang terkenal di dunia adalah mladu Manuka yang berasal dari Selandia Baru.

"Padahal kualitas madu kita jauh lebih baik dan tidak kalah dari madu impor," ujar dosen dengan H-Index Scopus 11 dan H-Index Google Scholar 21 itu, ketika berbincang dengan Antara. 

Ke depan, dia berharap dapat melakukan penelitian dengan fokus bagaimana "apartemen" lebah tersebut dapat menjadi "pabrik obat" atau nutrasetikal. Saat ini sudah ada proyek percontohannya di Cibadak, tepatnya di lahan CV Slamet Quail Farm dan Kebun Plasma FEMA IPB Kampus IPB Darmaga.

Fokusnya bagaimana propolis digunakan untuk membantu penyembuhan pasien TBC. Hasilnya, pasien yang awalnya harus minum obat selama enam bulan, namun dibantu dengan propolis, maka cukup minum obat enam minggu hingga tiga bulan.

Inovasi "apartemen" lebah Prof Ahmad Sulaeman tidak hanya menghasilkan produk lebah yang berkualitas, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru dan memberdayakan masyarakat. Dampak lainnya juga untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. 

Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University Prof Dr Sofyan Sjaf mengatakan pihaknya selalu mendukung segala inovasi yg dilahirkan oleh civitas akademika di kampus tersebut. 

Baginya, apartemen lebah karya Prof Sulaeman adalah salah satu karya riset yang penting dalam banyak aspek, antara lain kesehatan dan kecukupan gizi. Apa yg dilakukan Prof Sulaeman adalah prototipe yang bisa dipakai dimana pun karena teknologinya bersifat inklusif. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
Olahraga
PBSI Jaga Momentum Asian Ga...
Daerah
Biadab, Bapak Perkosa Anak ...

Harga Cabai Rawit Rp98.600/Kg, Telur Ayam Rp28.300/Kg

53 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp98.600/...

Gawat, Warga Jakarta Terlalu Banyak Lemak

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Gawat, Warga Jakarta Terlal...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.