Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Apartemen' Lebah, Inovasi Budi Daya Lebah Madu untuk Memberdayakan Masyarakat

📅 Senin, 11 Agu 2025, 17:44 WIB | Oleh:
'Apartemen' Lebah, Inovasi Budi Daya Lebah Madu untuk Memberdayakan Masyarakat Doc: ANTARA/Indriani
Ket. Guru Besar bidang Keamanan dan Gizi IPB Prof Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, FICN saat memperlihatkan inovasi "apartemen" lebah di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Hampir setiap sore, lelaki yang suka mengenakan ikat kepala itu memeriksa kotak-kotak kayu yang tersusun rapi di lingkungan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Hal itu dilakukan untuk memastikan kotak-kotak kayu yang disebutnya sebagai "apartemen" lebah tersebut berisikan koloni lebah. Lebih dari 10 tahun, lelaki yang memiliki nama lengkap Prof Ahmad Sulaeman itu bergelut dengan lebah.

Ketertarikannya pada lebah berawal dari ayat Alquran, tepatnya Surat An-Nahl ayat 68, yang berbunyi, "Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah. Buatlah sarang-sarang di pegunungan, pepohonan, dan bangunan yang dibuat oleh manusia."

Guru Besar bidang keamanan dan gizi IPB itu memaknai bahwa secara tersirat ada perintah dari Allah memelihara lebah. Ada fardu kifayah atau kewajiban bersama untuk memelihara lebah yang dari dalam perutnya keluar cairan bermanfaat bagi manusia. 

Lebah yang yang dibudidayakan di "apartemen" itu adalah jenis trigona yang tanpa sengat (stingless bee), yakni Tetraganula biroi, Heterotrigona itama, dan Tetraganula laeviceps.

Selama ini, lebah jenis tersebut hidup di dalam lubang di batang pohon. Jika mengambil madunya, maka pohon tersebut harus ditebang. Dari situ, tercetus ide untuk menciptakan "apartemen" lebah yang serupa dengan lubang di dalam pohon. Maka lahirlah inovasi "apartemen" stup atau wadah susun tiga

Stup susun tiga itu, menjadi tempat lebah mengumpulkan nektar, resin, dan juga polen. Selain itu, stup juga menjadi tempat lebah berkembang biak dan menciptakan koloni baru yang terdiri dari lebah ratu, lebah pekerja, dan pejantan dalam satu koloni.

Dalam satu "apartemen" terdapat beberapa kumpulan koloni. Selama ini, lebah dibudidayakan di kotak kecil, sehingga hasilnya kurang maksimal.

Madu yang dihasilkan melalui inovasi itu beragam, tergantung nektar yang dikumpulkan. Ada yang manis sekali, asam sekali, ada yang pahit, manis asam, dan manis pahit. Juga ada pollen yang berisi protein yang bisa dimanfaatkan untuk obat dan antipenuaan, serta propolis untuk anti-TBC, antidiabetes, antikanker, antihipertensi dan lainnya.

Budidaya lebah trigona tersebut cenderung mudah dan tidak memerlukan pemeliharaan khusus, karena lebah dapat mencari makan sendiri dengan terbang kurang lebih satu kilometer. Lebah tanpa sengat itu juga memiliki karakter multiflora atau lebah yang mengonsumsi sari bunga apa saja, seperti bunga kelapa, bunga rambutan, mangga, bunga rerumputan, jagung, dan lainnya.

Bunga-bunga itu, menurut Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia tersebut, dsedot dan diambil nektarnya oleh lebah dan dijadikan madu. Benang sarinya dijadikan pollen, juga mengambil resin atau getah yang ada pada pohon-pohon untuk dijadikan wadah untuk kantong madu.

Peraih penghargaan dari Menristek untuk Inovasi Indonesia Paling Prospektif dari tahun 2012-2019, 2023 -2014 dengan total 15 inovasi dan lulusan University of Nebraska Lincoln, Amerika Serikat, itu menjelaskan panen setiap satu koloni dapat dilakukan empat bulan sekali, dengan hasil untuk jenis Heterotrigona itama sekitar 1,5 liter dan Tetragonula biroi sekitar 1 liter madu.

Budi daya lebah madu itu juga mudah dilakukan, termasuk di perkotaan maupun di perdesaan. Asalkan di kawasan tersebut masih ada pepohonan atau tanaman,  termasuk rumput dan tanaman bunga, yang bisa dimanfaatkan lebah untuk memperoleh nektar, benang sari, dan resin.

Solusi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
Megapolitan
Pemerintah Kota Jakarta Uta...
Nasional
Dukung MotoGP Mandalika 202...
Megapolitan
Goshine Sajikan Makanan Gra...

Para Pembalap Mencermati Cuaca di Mandalika

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Para Pembalap Mencermati Cu...
Olahraga
Bulu Tangkis, Lupakan Eufor...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.