QRIS Didorong Jadi Motor Digitalisasi UMKM Nasional
📅 Kamis, 07 Agu 2025, 23:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Ramdan
JAKARTA – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menilai kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai elemen strategis dalam mendorong percepatan transformasi digital UMKM di Indonesia.
QRIS bukan sekadar alat pembayaran, melainkan menjadi gerbang awal yang mengintegrasikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah ke dalam ekosistem keuangan digital secara lebih inklusif.
Dengan memanfaatkan QRIS, UMKM dapat mengakses sistem pembayaran non-tunai yang efisien, transparan, dan terhubung dengan berbagai layanan keuangan formal.
Ini tidak hanya mendorong peningkatan volume transaksi, tetapi juga memperluas konektivitas UMKM terhadap ekosistem ekonomi digital, termasuk potensi transaksi lintas batas.
Peran QRIS dalam digitalisasi ini menjadi semakin penting di tengah upaya nasional memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan daya saing sektor UMKM secara berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“QRIS ini bisa menjadi entry point bagi UMKM dalam ekosistem ekonomi keuangan digital,” kata Filianingsih saat membuka talkshow UMKM dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025, di Jakarta, Kamis (7/8).
Lebih lanjut, Filianingsih menjelaskan bahwa QRIS telah memudahkan pelaku UMKM mengakses sistem pembayaran non-tunai secara praktis tanpa memerlukan perangkat khusus.
Di samping itu, kata dia lagi, adopsi QRIS terbukti meningkatkan volume transaksi dan profitabilitas usaha. Apalagi mengingat generasi muda sebagai konsumen utama kini lebih mengandalkan dompet digital dibandingkan uang tunai.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan menyediakan alternatif pembayaran, QRIS mendorong kenaikan volume transaksi, baik online maupun offline, dan ini berdampak positif pada pendapatan usaha. Dan ini sudah kita buktikan,” kata Filianingsih.
Setiap transaksi yang tercatat secara elektronik melalui QRIS juga dapat membantu UMKM membentuk profil keuangannya. Hal ini yang pada akhirnya mempermudah UMKM untuk mengakses pembiayaan ke lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank.
Sebagai informasi, hingga semester I-2025, BI mencatat transaksi QRIS menembus 6,05 miliar transaksi dengan nilai Rp579 triliun. QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant yang sebesar 93,16 persen di antaranya merupakan UMKM.
Filianingsih mengingatkan, UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tetapi juga menjadi pilar utama dalam mendorong pemerataan kesejahteraan dan inklusi ekonomi.
Namun kontribusi UMKM belum sepenuhnya optimal, dan masih terdapat ruang untuk memaksimalkan perannya dalam perekonomian nasional.
Filianingsih mencatat, UMKM masih menghadapi tantangan struktural, seperti keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya digitalisasi, minimnya keterkaitan dengan rantai pasok industri, serta kelembagaan dan legalitas usaha yang belum memadai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!