Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Brunei Darussalam Buka Peluang bagi PMI di Sektor Perikanan dan Perkebunan

📅 Kamis, 07 Agu 2025, 22:45 WIB | Oleh:
Brunei Darussalam Buka Peluang bagi PMI di Sektor Perikanan dan Perkebunan Doc: AFP
Ket. Ilustrasi - Masjid Omar Ali Saifuddien di ibu kota Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

JAKARTA - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengatakan pemerintah Brunei Darussalam membuka peluang bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor perikanan, perkebunan, pertanian serta kesehatan.

"Tadi juga disampaikan potensi-potensi apa saja terkait dengan peluang untuk pekerja migran Indonesia. Menarik jika sektor-sektor ini bisa diisi pekerja migran Indonesia," kata Wamen usai pertemuan daring dengan Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Achmad Ubaedillah dan Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) Rizky Mandalika, Kamis (7/8).

Dalam siaran pers Kementerian-P2MI di Jakarta, Kamis, disebutkan sektor perikanan, perkebunan dan pertanian dapat mengantongi gaji minimum sekitar Rp6,9 juta per bulan, sedangkan sektor kesehatan sekitar Rp22 juta per bulan.

Selama ini sektor kesehatan di Brunei banyak diisi oleh pekerja migran asal Filipina.

Berdasarkan data Kementerian-P2MI, penempatan pekerja migran melalui skema Private to Private di Brunei Darussalam mencapai 2.294 orang pada 2024.

Sementara itu, data milik Atnaker mencatat 1.696 PMI telah memperpanjang kontrak kerjanya di Brunei sejak Januari hingga 31 Juli 2025.

Kemudian, Christina mengatakan KBRI Brunei Darussalam juga menginginkan adanya dorongan dari Kementerian-P2MI terkait perjanjian kerja sama (MoU) penempatan dan pelindungan pekerja migran sektor domestik, yang hingga kini masih mereka perjuangkan.

MoU tersebut, katanya, membutuhkan dorongan dalam pembicaraan politik tingkat tinggi antar pemimpin kedua negara.

"Kita akan meminta agar Kementerian Luar Negeri turut membantu mendorong dalam state officials meeting antar kedua negara," katanya.

Selain itu, kementerian juga tengah merumuskan Keputusan Menteri P2MI untuk mempermudah verifikasi permintaan pekerjaan dengan tetap memperhatikan aspek pelindungan PMI.

Wamen juga akan berpartisipasi dalam pertemuan bisnis yang diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) di Brunei Darussalam pada 27-29 Agustus mendatang.

Christina berharap KBRI dan Atnaker bisa berperan dalam intelijen bursa kerja, terutama mengenai analisa pasar serta peluang penempatan PMI di Brunei Darussalam untuk memperbesar peluang bagi PMI.

Saat ini sudah terjalin pilot kerja sama P to P terkait penempatan pekerja migran sektor kesehatan sebanyak 100 orang perawat antara Universitas Binawan dan Jerudong Park Medical Centre (JPMC) Brunei. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.