Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Utang RI Semakin Tidak Produktif dan Terjebak Risiko Sistemik

📅 Selasa, 05 Agu 2025, 01:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Ia menyoroti lemahnya penerimaan negara, sementara kebutuhan belanja terus meningkat, termasuk untuk program-program baru pemerintahan.

“Penerimaan negara yang belum pulih sepenuhnya membuat ruang fiskal pemerintah semakin terbatas. Padahal, utang terus bertambah dan bunga yang harus dibayar semakin besar,” kata Aloysius di Yogyakarta, Senin (4/8).

Aloysius menyebut bahwa realisasi penerimaan yang masih rendah hanya 31,2 persen dari target per Mei 2025. Hal itu sebagai sinyal bahwa reformasi penerimaan belum berjalan optimal. Sementara itu, realisasi pembiayaan utang sudah menyentuh hampir 50 persen dari target tahun 2025, hanya dalam waktu lima bulan pertama.

“Ini tentu menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal,” tegasnya.

Menurut dia, pemerintah perlu mendorong transparansi dan efektivitas reformasi, baik dari sisi penerimaan maupun belanja. Kebijakan subsidi dan kompensasi kepada BUMN seperti Pertamina dan PLN juga harus dievaluasi agar tidak terus menjadi beban dalam jangka panjang.

“Jangan sampai defisit primer dibiarkan melebar tanpa strategi konsolidasi yang jelas,” katanya.

Dalam situasi ketidakpastian global, investor jelasnya akan memantau dengan cermat kredibilitas kebijakan fiskal pemerintah.

“Kalau tidak ada arah yang jelas, imbal hasil obligasi bisa naik dan biaya utang makin mahal,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
BPBD: Tangerang Berpotensi ...
Megapolitan
Pemkot Jakut Edukasi Pelaja...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.