Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Indonesia Tidak Terpengaruh Gempa 6,2 Magnitudo di Ekuador

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 23:52 WIB | Oleh:
BMKG: Indonesia Tidak Terpengaruh Gempa 6,2 Magnitudo di Ekuador Doc: ANTARA/BMKG
Ket. Peta pusat gempa bumi 6,2 magnitudo dengan episenter terletak pada koordinat 1,08° LU; 79,47° BB, dengan kedalaman 34 kilometer di Pesisir Laut Ekuador.

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Indonesia tidak mengalami dampak apapun atas guncangan gempa bumi yang berkekuatan 6,2 magnitudo di pesisir laut Ekuador.

Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Jumat (25/4) malam, mengatakan bahwa hasil pemodelan pada sistem monitoring gempa nasional menunjukkan gempa bumi tersebut tidak mempengaruhi kegempaan di wilayah Indonesia dan juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami di Tanah Air.

Gempa tersebut terdeteksi terjadi pada Jumat petang tadi, pukul 18.44 WIB. Dengan magnitudo 6,2 yang episenternya terletak di koordinat 1,08° LU; 79,47° BB, pada kedalaman 34 kilometer di Pesisir Laut Ekuador.

BMKG memastikan gempa tektonik ini merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Nazca.

Menurut Daryono, merujuk dari hasil pemodelan shake map USGS didapati gempa bumi ini memiliki intensitas hingga VII MMI atau kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dampak kerusakan akibat gempa juga dikonfirmasi BMKG melalui laporan visual yang menunjukkan sejumlah bangunan runtuh di wilayah pesisir laut Ekuador tersebut.

Meski demikian, kata Daryono, BMKG berharap dengan adanya informasi ini maka masyarakat Indonesia diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu terkait gempa bumi di Ekuador yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.