Batam Wajibkan Industri Gunakan Tenaga Lokal hingga 20 Persen
📅 Selasa, 05 Agu 2025, 13:12 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BATAM – Masyarakat lokal sering diabaikan para pengusaha. Bahkan kalau diterima, warga setempat sering hanya sedikit. Maka, Wali Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Amsakar Achmad, menegaskan bahwa setiap perusahaan yang beroperasi di Batam wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal. Mereka terutama untuk yang nonskill.
"Yang paling penting bagaimana kita memastikan perusahaan betul-betul memprioritaskan tenaga kerja lokal Batam,” ujarnya. Dia sudah bertemu dengan lebih dari 100 tenaga sebagai penerima sumber daya atau HRD dan DPRD. Wali Kota menyampaikan pesan untuk membantu selesaikan persoalan ketenagakerjaan daerah.
Amsakar, di Batam, Selasa, menekankan bahwa pembangunan di Batam seharusnya memberikan dampak terhadap pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Maka, Amsakar berencana membuat regulasi dalam bentuk Peraturan Wali Kota.
Intinya akan mewajibkan perusahaan merekrut minimal 15 hingga 20 persen tenaga kerja lokal untuk posisi unskilled. Untuk tenaga kerja yang membutuhkan keterampilan tinggi atau latar pendidikan tertentu, tentu harus dilakukan secara adil.
“Tapi, kalau untuk operator atau level dasar, kami harapkan lebih banyak dari lokal,” tambahnya. Amsakar juga menyoroti pentingnya pembenahan karakter dan etos kerja tenaga kerja lokal, terutama terkait kedisiplinan dan loyalitas terhadap pekerjaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kadang persoalan kita adalah etika, misalnya soal jam kerja atau rasa jenuh dalam bekerja. Baru tiga bulan sudah ingin pindah. Ini yang juga harus kita perbaiki," katanya.
Sebelumnya, wali kota membuka bursa kerja yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, pada 5 hingga 7 Agustus 2025. Bursa kerja yang digelar kali ini diikuti oleh 38 perusahaan dengan 1.185 lowongan kerja dan 265 jenis jabatan.
Tercatat sebanyak 5.523 pencari kerja telah mendaftar dan mengikuti proses seleksi secara terjadwal. Pelaksana tugas Kepala Disnaker Batam Nurul Iswahyuni menambahkan bahwa kegiatan bursa kerja seperti ini baru dilaksanakan satu kali dalam setahun oleh Pemkot Batam. Ke depan, katanya, tidak menutup kemungkinan bisa digelar lebih dari sekali, tergantung evaluasi dan dukungan perusahaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau dianggap baik dan bermanfaat, kami harap bisa dilaksanakan lagi di tahun ini. Kami melihat respons dari semua pemangku kepentingan,” kata Nurul. Ia menyampaikan bahwa di Kota Batam, bursa kerja juga bisa bekerja sama dengan pihak industri yang menyelenggarakan rekrutmen bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam kawasan tersebut.
“Seperti yang diselenggarakan oleh Kawasan Industrial Tunas di bulan Mei lalu. Ada juga yang melalui universitas atau campus hiring,” kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!