Alphonso Davies
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 06:18 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraDI BALIK gemerlap stadion-stadion Eropa dan sorotan lampu Piala Dunia, tersimpan kisah perjuangan yang luar biasa. Adalah Alphonso Davies, bintang tim nasional Kanada yang perjalanan hidupnya menjadi simbol harapan bagi jutaan pengungsi di seluruh dunia.
Davies lahir pada 2 November 2000 di Kamp Pengungsi Buduburam, Ghana, tempat perlindungan setelah kedua orang tuanya melarikan diri dari kekerasan yang melanda Liberia dalam Second Liberian Civil War.
Namun, takdir mulai berubah ketika dia berusia lima tahun. Melalui program pemukiman kembali pengungsi, keluarganya memulai hidup baru di Kanada, di Kota Edmonton.
Di situlah bakat Davies mulai bersinar. Di lapangan, kecepatan dan kemampuan olah bolanya segera menarik perhatian para pelatih.
Pada usia 15 tahun, Davies bergabung dengan akademi Vancouver Whitecaps FC dan mencatat sejarah sebagai salah satu pemain termuda. Penampilannya yang eksplosif membuat klub-klub besar Eropa mulai melirik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mimpi besar itu akhirnya menjadi kenyataan pada tahun 2019 ketika direkrut oleh Bayern Munich. Di Jerman, Davies berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik dunia termasuk meraih trofi Liga Champions.
Puncak kisah emosional itu terjadi di Piala Dunia 2022. Davies menjadi sosok penting dalam mengantarkan Kanada kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian panjang selama puluhan tahun.
Perjalanan Alphonso Davies membuktikan bahwa asal-usul tidak menentukan masa depan. Dari sebuah kamp pengungsi di Ghana hingga panggung terbesar sepak bola dunia, dia telah menunjukkan bahwa keberanian, kesempatan, dan kerja keras. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!