Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AJI Desak Polisi Usut Order Fiktif yang Teror Media di Kepri

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 11:10 WIB | Oleh:
AJI Desak Polisi Usut Order Fiktif yang Teror Media di Kepri Doc: Antara Foto

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kepulauan Riau tengah diguncang oleh fenomena teror digital. Tiga kantor media menjadi sasaran order fiktif via aplikasi ojek online, sebuah bentuk intimidasi baru terhadap kerja jurnalistik yang tak bisa dianggap sepele.

Dalam satu pekan terakhir, kantor redaksi Tribun Batam, Batamnews.co, dan Ulasan Network di Provinsi Kepulauan Riau dikepung ratusan mitra ojek online yang menerima pesanan palsu atas nama perusahaan media tersebut. Dari layanan GoSend, pengiriman makanan, hingga permintaan pengambilan dokumen, semuanya bermuara pada satu hal yakni teror terhadap kebebasan pers.

Fenomena ini memicu reaksi keras dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Sekjen AJI, Bayu Wardhana, menegaskan bahwa ini bukan sekadar iseng atau prank digital. “Itu sudah masuk kategori teror. Polisi punya kemampuan untuk melacak pelakunya. Dan platform digital juga harus bertanggung jawab,” ujarnya, Kamis (31/7).

Pola teror pun tampak sistematis. Di Tribun Batam, aksi dimulai pada Minggu malam (27/7), dengan 20 driver diarahkan untuk mengambil dokumen palsu. Dua hari kemudian, gelombang kedua hadir dengan jumlah lebih besar yaitu 80 driver dengan tujuan kantor Pemkot Batam dan BP Batam. Hal serupa terjadi di Batamnews, di mana sejak pukul 08.00 pagi hingga sore, sekitar 100 driver berdatangan dengan pesanan fiktif yang sama sekali tak pernah dipesan pihak redaksi.

Yogi Eka Sahputra, Ketua AJI Batam, menilai aksi ini sebagai bentuk intimidasi terstruktur. “Ini mengganggu kenyamanan, keamanan, bahkan psikologis jurnalis. Apalagi, kejadian berlangsung hingga malam hari,” katanya. Ia juga mendesak Polda Kepri untuk segera mengusut kasus ini secara tuntas dan transparan.

Menurut AJI, pola serangan ke beberapa media sekaligus bahkan ke perusahaan non-media bisa jadi siasat pelaku untuk mengaburkan target sebenarnya. “Kami khawatir, jika ini terus dibiarkan, akan menjadi preseden buruk yang mengancam kebebasan pers di Indonesia,” ujar Yogi.

Di tengah derasnya arus digital dan informasi, jurnalis kini tak hanya berhadapan dengan sensor atau tekanan fisik, tapi juga serangan maya yang bisa menembus privasi, mengacaukan sistem kerja, bahkan menebar ketakutan. AJI pun mengimbau jurnalis untuk memperkuat keamanan digital dan tetap teguh memegang Kode Etik Jurnalistik.

Teror mungkin berubah bentuk, tapi semangat kebebasan pers tak boleh goyah. Sebab jika media dibungkam, siapa lagi yang akan bicara untuk publik?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
OJK Targetkan Lima Bank Sya...

Film "Fast & Furious" Hadir dalam Format Serial TV

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Film "Fast & Furious" Hadir...
Advertisement
Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.