'Tak ada yang bisa menggantikan mereka': Anak dan Istri Pria Ini Tewas saat Membeli Makanan Ringan dalam Perang Perbatasan Thailand-Kamboja
📅 Senin, 28 Jul 2025, 05:40 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S“Saya ingin kembali seperti dulu,” kata Duan Ounjit, 50 tahun. Para pria di keluarganya tetap tinggal untuk menjaga rumah mereka, dan mengatakan pada hari Sabtu bahwa pertempuran masih berlanjut.
Anggota keluarga lainnya, total 15 orang, dievakuasi minggu lalu. Di samping Duan, yang diselimuti selimut, terbaring bayi keponakannya yang berusia satu bulan, Arm. Duan tidak optimis mereka akan kembali dalam waktu dekat. Sawah keluarga, yang perlu dipupuk, kemungkinan besar akan rusak, katanya.
Bagi Komsan, kerugian akibat pertempuran itu tak terkira. Ia berhasil menyelamatkan putrinya, tetapi dokter tidak dapat menyelamatkannya. Petugas darurat kemudian menemukan jenazah seorang perempuan yang sedang memeluk anaknya yang masih kecil, yang diyakini sebagai Rungrat dan Pongsapak.
Taksatorn anak yang baik, katanya, selalu membantu di rumah membersihkan rumah dan memasak, serta mendengarkan orang tuanya. "Kalau diminta bantuan, dia selalu bilang ya," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pongsapak selalu menyenangkan dan riang. "Kapan pun dia pergi, selalu ada kegembiraan dan senyuman," kata Komsan. "Tak ada yang bisa menggantikan hidup mereka."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!