Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peru Gelar Pemilihan Presiden

3 Senin, 08 Jun 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peru Gelar Pemilihan Presiden Peru Gelar Pemilihan Presiden Doc: AFP/MARTIN BERNETTI, CONNIE FRANCE
Ket. Roberto Sanchez - Keiko Fujimori

LIMA - Warga Peru pada Minggu (7/6) mengikuti pemilihan presiden kesembilan dalam 10 tahun terakhir, dalam pemilihan putaran kedua yang ketat antara kandidat konservatif Keiko Fujimori dan kandidat sayap kiri Roberto Sanchez, dimana keduanya berusaha memikat para pemilih yang muak dengan kekacauan politik dan meningkatnya kejahatan.

Fujimori, putri dari mantan presiden otokratis Alberto Fujimori, sedang mencalonkan diri untuk keempat kalinya sebagai presiden. Sementara Sanchez, seorang psikolog, melesat namanya di akhir-akhir kampanye hingga mencapai putaran kedua dan sekarang imbang dalam jajak pendapat dengan Fujimori.

Tercatat ada sekitar 27 juta pemilih akan memberikan suara untuk memilih presiden untuk masa jabatan lima tahun.

"Ada banyak kekacauan dan korupsi, dan kami akan memilih, seperti biasa, yang paling tidak buruk," kata Hugo Vasquez, seorang penjual kerajinan berusia 67 tahun di Lima, kepada AFP.

Jumlah suara gabungan kedua kandidat gagal mencapai 30% pada putaran pertama pemilu pada bulan April lalu, yang diwarnai oleh masalah logistik dan tuduhan kecurangan yang memperdalam ketidakpercayaan terhadap lembaga-lembaga kenegaraan yang rapuh.

"Sentimen anti-Fujimori masih kuat, meskipun lebih lemah; dan Sanchez, yang kurang dikenal, adalah sosok yang sulit diprediksi," kata analis bernama David Sulmont. "Siapa pun yang menang akan menghadapi pertanyaan tentang legitimasi jika hasilnya tipis. Itu berarti lebih banyak ketidakstabilan," imbuh dia.

Fujimori, 51 tahun, yang mewarisi beragam prestasi ayahnya mulai dari keberhasilan melakukan stabilkan ekonomi dan mengalahkan pemberontakan Maois, tetapi juga dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sedangkan Sanchez, seorang anggota kongres berusia 57 tahun dan mantan menteri, mengambil inspirasi dari latar belakang pedesaan mentornya, mantan Presiden Pedro Castillo, seorang guru sekolah yang dipenjara setelah kudeta istana yang gagal pada tahun 2022.

Komunisme atau Kediktatoran

Dalam kampanyenya, Fujimori menjanjikan kemakmuran jika menang dan ia pun memperingatkan bahaya komunisme. “Pemilu ini adalah pertarungan antara ketertiban dan kemunduran," kata dia.

Sementara itu, Sanchez telah melunakkan seruannya sebelumnya untuk perubahan radikal dan menjauhkan diri dari kelompok ultranasionalis. Ia mengatakan kepada AFP bahwa dia menginginkan hubungan yang saling menghormati dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sanchez sebelumnya sempat menuduh saingannya itu sebagai bagian dari kediktatoran yang dipimpin oleh Kongres yang berkuasa dan memiliki beberapa mantan presiden sebagai anggotanya.

Baik Sanchez maupun Fujimori tidak memiliki mayoritas legislatif. Siapapun yang menang harus membangun aliansi untuk menyelesaikan masa jabatannya, menurut analis Jeffrey Radzinsky. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.