Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gedung Putih: Jepang akan Beli Produk Pertanian dan Makanan AS Senilai 8 Miliar Dollar

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 14:28 WIB | Oleh:
Gedung Putih: Jepang akan Beli Produk Pertanian dan Makanan AS Senilai 8 Miliar Dollar Doc: FT/AFP
Ket. PM Jepang Shigeru Ishiba (kiri) dan Presiden AS Donald Trump berjabat tangan di Gedung Putih, Washington, AS, pada 7 Februari 2025.

WASHINGTON - Jepang akan membeli produk pertanian dan makanan AS senilai 8 miliar dollar, seperti jagung, kedelai, pupuk dan bioetanol, berdasarkan kesepakatan perdagangan baru, kata Gedung Putih, Rabu (23/7).

Mengutip laporan Kyodo, Gedung Putih memberikan rincian lebih lanjut mengenai ketentuannya sehari setelah Amerika Serikat dan Jepang mencapai kesepakatan, dengan menyatakan bahwa sekutu utama AS tersebut juga akan meningkatkan pembelian pesawat komersial buatan AS, termasuk 100 pesawat Boeing, dan peralatan pertahanan senilai "tambahan miliaran dollar setiap tahunnya."

Setelah beberapa putaran negosiasi, kesepakatan yang secara tajam menurunkan tarif AS atas mobil impor Jepang dan barang-barang lainnya hingga 15 persen, disegel pada hari Selasa sebelum berakhirnya masa penangguhan pemerintahan Trump atas pungutan khusus negara yang besar pada tanggal 1 Agustus.

Bagi pemerintahan, keuntungan terbesar adalah komitmen Jepang untuk berinvestasi 550 miliar dollar di Amerika Serikat, khususnya dengan dana yang akan diarahkan ke sektor yang dianggap strategis, mulai dari semikonduktor dan farmasi hingga infrastruktur energi dan mineral penting.

Gedung Putih menekankan bahwa kesepakatan tersebut merupakan "komitmen investasi asing terbesar yang pernah dicapai oleh negara mana pun". Gedung Putih menyebut perjanjian tersebut sebagai "penataan ulang strategis hubungan ekonomi AS-Jepang" yang akan memajukan kepentingan bersama kedua negara.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Jepang juga berjanji akan memperluas porsi impor beras dari AS di bawah sistem kuota "akses minimum" Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Tanpa memberikan rincian, Gedung Putih mengatakan Jepang akan segera meningkatkan impor beras AS sebesar 75 persen, disertai dengan "perluasan besar" kuota.

Saat ini, Jepang mengimpor sekitar 770.000 ton beras bebas tarif setahun di bawah kerangka WTO, dengan Amerika Serikat sebagai eksportir No. 1, yang menyumbang hampir setengah dari total, diikuti oleh Thailand dan Australia.

Dari jumlah tersebut, hingga 100.000 ton diimpor untuk konsumsi langsung. Sebagian besar sisanya digunakan untuk pakan ternak dan diolah menjadi produk pangan lainnya. Beras yang diimpor ke Jepang di luar kuota khusus dikenakan tarif sebesar 341 yen ($2,3) per kilogram.

Pada tahun fiskal 2024, Amerika Serikat mengirimkan sekitar 346.000 ton beras ke Jepang, dibandingkan dengan 286.000 ton yang diekspor oleh Thailand dan 70.000 ton oleh Australia, di bawah sistem kuota, menurut kementerian pertanian Jepang.

Bagi Jepang, beras, makanan pokoknya, sensitif secara politis mengingat petani beras telah lama menjadi konstituen utama Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di negara itu.

Pejabat Jepang mengatakan kesepakatan itu tidak melibatkan penurunan tarif Jepang pada produk pertanian dan bahwa perluasan porsi beras Amerika di bawah kuota khusus tidak akan berdampak signifikan pada pasar beras domestiknya.

Saat tampil di Fox News pada hari Rabu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent ditanya bagaimana pemerintahan Trump berencana memastikan Jepang mematuhi komitmennya.

Bessent mengatakan pihaknya akan memeriksa tingkat kepatuhan Jepang setiap kuartal dan "jika presiden tidak senang, maka mereka akan kembali menerapkan tarif 25 persen, baik untuk mobil maupun produk lainnya."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.