Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gaya Hidup Ternyata Bisa Bikin Gigi Jadi Kuning, Begini Penjelasannya

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 13:35 WIB | Oleh:
Gaya Hidup Ternyata Bisa Bikin Gigi Jadi Kuning, Begini Penjelasannya Doc: Antara/Pixabay

JAKARTA - Konsultan senior dan dokter gigi di Benglaru Dr. Shraddha Bahirwani mengatakan meskipun rutin menggosok gigi setiap hari banyak orang masih mengalami penguningan gigi karena gaya hidup yang dijalani sehari-hari.

Ditulis laman Hindustan Times, Selasa (7/4) waktu setempat, Bahirwani mengatakan perubahan warna gigi bukan hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan campuran pengaruh internal seperti genetika, penuaan, dan perkembangan gigi serta faktor eksternal seperti diet, merokok, dan obat-obatan, yang berarti menyikat gigi saja tidak dapat mengatasi semua penyebabnya.

“Perubahan warna gigi dapat disebabkan oleh penuaan, predisposisi genetik, kebiasaan makan, perubahan perkembangan selama pembentukan gigi, obat-obatan tertentu, dan pilihan gaya hidup seperti merokok atau menggunakan rokok elektrik,” katanya.

Warna kuning muncul karena enamel secara alami tipis dan tembus cahaya, sehingga dentin di bawahnya terlihat, memberikan tampilan kekuningan pada gigi. Efek serupa terlihat seiring bertambahnya usia, karena enamel secara bertahap menipis seiring waktu.

Pola makan juga merupakan penyebab lain terjadinya penguningan gigi yang jika kebersihan mulut tidak memadai dapat memperburuk kondisi tersebut.

“Konsumsi minuman bersoda, makanan berwarna, teh, kopi, dan anggur secara sering dapat menyebabkan noda, paparan yang berkepanjangan dapat menyebabkan zat-zat tersebut menembus lapisan gigi yang lebih dalam, sehingga lebih sulit untuk diobati,” katanya.

Gigi yang menguning juga disebabkan karena paparan tembakau dan merokok, akibat dari pengendapan nikotin dan tar yang mengakibatkan noda membandel yang tidak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi saja.

Selain pola makan dan gaya hidup, Bahirwani mengatakan faktor lingkungan juga memainkan peran penting dalam perubahan warna gigi. Penggunaan air sumur dengan kadar fluorida tinggi selama masa kanak-kanak dapat menyebabkan pewarnaan intrinsik yang biasanya membutuhkan intervensi kosmetik.

Penyebab tertentu juga bisa terkait dengan pengobatan, suplemen zat besi dan penggunaan tetrasiklin. Dokter menjelaskan pembersihan dan pemutihan profesional efektif untuk mengatasi noda permukaan dan meningkatkan penampilan secara keseluruhan.

Dalam kasus yang lebih sulit, solusi kosmetik seperti veneer, laminasi, atau mahkota gigi dapat direkomendasikan untuk mengembalikan warna dan struktur gigi.

Perawatan mulut preventif tetap penting dalam menjaga kesehatan gigi. Dokter gigi merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari, bersamaan dengan pemeriksaan gigi rutin, untuk membantu mendeteksi dan mengatasi masalah potensial sejak dini.

Berkumur setelah makan, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, dan membatasi konsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan noda juga dapat mengurangi risiko perubahan warna gigi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pelatihan kerja berbasis ko...
Nasional
Partisipasi Pendidikan Anak...

Mekarnya Bunga Suweg di Kranji Bekasi

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Mekarnya Bunga Suweg di Kra...
Daerah
Warga Klaten Gelar Kirab Bu...

Kegiatan Edukasi Pengenalan Satwa

2 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kegiatan Edukasi Pengenalan...

Penyesuaian harga bright gas di Aceh

6 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Penyesuaian harga bright ga...
Nasional
MK gelar sidang putusan 23 ...
Daerah
Bulog Yogyakarta capai targ...
Daerah
Lomba teater modern Festiva...
Daerah
Target penyelesaian perlint...

Peluncuran ekosistem Bekalista

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Peluncuran ekosistem Bekalista
Siswa Kelas 3 SD Boyolali Temukan Celah Siber Untuk Membobol NASA, Langsung Raih Letter of Recognition

Siswa Kelas 3 SD Boyolali Temukan Celah Siber Untuk Membobol NASA, Langsung Raih Letter of Recognition

17 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.