Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berikut Cara Cek Penerima PIP 2026 Secara Online Pakai NIK dan NISN

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 18:35 WIB | Oleh:
Berikut Cara Cek Penerima PIP 2026 Secara Online Pakai NIK dan NISN Doc: ANTARA
Ket. Peserta didik maupun orang tua kini dapat mengecek status penerima Program Indonesia Pintar (PIP) secara mandiri melalui laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

JAKARTA - Peserta didik maupun orang tua kini dapat mengecek status penerima Program Indonesia Pintar (PIP) secara mandiri melalui laman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pengecekan dilakukan secara daring dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Program Indonesia Pintar merupakan bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah kepada peserta didik dari keluarga miskin atau rentan miskin. Melalui program tersebut, pemerintah berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mencegah anak putus sekolah karena kendala ekonomi.

Untuk mengetahui status penerima PIP, masyarakat dapat mengakses laman resmi PIP Kemendikdasmen dan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka laman resmi PIP Kemendikdasmen.
  2. Pilih menu Cari Penerima PIP.
  3. Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
  4. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP atau Kartu Keluarga (KK).
  5. Isi jawaban perhitungan atau captcha yang tersedia.
  6. Klik tombol Cek Penerima PIP.
  7. Sistem akan menampilkan status penerima bantuan secara otomatis.

Selain melalui laman resmi, peserta didik juga dapat mengecek status penerima bantuan melalui pihak sekolah. Operator sekolah dapat melakukan pengecekan menggunakan aplikasi SIPINTAR (Sistem Informasi Program Indonesia Pintar) untuk memastikan status penerima bantuan pendidikan.

Besaran bantuan yang diberikan pemerintah berbeda pada setiap jenjang pendidikan. Berikut rincian nominal bantuan Program Indonesia Pintar (PIP):

1. SD/SDLB/Paket A

  • Peserta didik reguler: Rp450.000 per tahun.
  • Siswa baru dan kelas akhir: Rp225.000.

2. SMP/SMPLB/Paket B 

  • Peserta didik reguler: Rp750.000 per tahun.
  • Siswa baru dan kelas akhir: Rp375.000.

3. SMA/SMK/SMALB/Paket C

  • Peserta didik reguler: Rp1.800.000 per tahun.
  • Siswa baru dan kelas akhir: Rp900.000.

Kemendikdasmen menjelaskan bahwa nominal bantuan bagi siswa baru dan peserta didik di kelas akhir lebih kecil dibandingkan peserta didik reguler. Hal tersebut karena mereka hanya mengikuti satu semester dalam satu tahun anggaran.

Penerima Program Indonesia Pintar merupakan peserta didik berusia 6 hingga 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin. Penetapan penerima dilakukan melalui dua mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

Berikut jalur penetapan penerima PIP:

  1. Peserta didik yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta ditandai layak menerima PIP pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
  2. Usulan dari sekolah melalui Dapodik yang selanjutnya diverifikasi dan divalidasi oleh Dinas Pendidikan sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa peserta didik yang menerima bantuan PIP pada tahun sebelumnya tidak otomatis kembali menjadi penerima pada tahun berikutnya. Penetapan penerima tetap dilakukan berdasarkan hasil pendataan, verifikasi, dan validasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.