Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara Harus Hadir Pacu Produktivitas, Bukan Solusi dari Atas Meja

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Negara Harus Hadir Pacu Produktivitas, Bukan Solusi dari Atas Meja Doc: istimewa
Ket. Yassierli Menteri Ketenagakerjaan - Ketika tarif turun, artinya peluang produk luar negeri lebih banyak masuk ke Indonesia. Artinya, kita harus menguatkan daya tahan dari industri kita, agar produk (produksi dalam negeri) bisa bersaing.

JAKARTA- Penguatan daya tahan industri menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk menghadapi dampak dari kebijakan tarif respirokal Amerika Serikat (AS). Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli penguatan itu perlu karena penetapan tarif 19 persen untuk produk-produk Indonesia yang masuk ke AS, sebaliknya semua hambatan tarif dan non-tarif bagi produk AS yang masuk ke RI dibebaskan atau free.

“Ketika tarif turun, artinya peluang produk luar negeri lebih banyak masuk ke Indonesia. Artinya, kita harus menguatkan daya tahan dari industri kita, agar produk (produksi dalam negeri) bisa bersaing,” kata Menaker Yassierli di Jakarta, Selasa (22/7).

Dengan turunnya tarif impor AS atas produk-produk Indonesia yang semula 32 persen menjadi 19 persen, diharapkan dapat membuka kesempatan bagi produk-produk dalam negeri untuk lebih menjangkau pasar domestik.

Sebab itu, perludidukung melalui strategi-strategi pemerintah dalam program-program prioritas nasional. Kemnaker sendiri jelasnya akan fokus pada gerakan produktivitas nasional.

“Ini yang akan kita fokuskan, kita akan fokus kepada perusahaan-perusahaan yang memang membutuhkan intervensi terkait dengan produktivitas. Dan itulah salah satu cara untuk bisa perusahaan kita itu bisa bersaing,” kata Menaker.

Turun ke Bawah

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Yogyakarta, Sapto Daryono, menyambut baik seruan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli tentang pentingnya penguatan daya tahan industri dalam menghadapi dampak kebijakan tarif resiprokal AS. Namun demikian, Sapto menegaskan bahwa Pemerintah tidak bisa hanya berbicara soal produktivitas dari atas meja.

“Pemerintah harus benar-benar mau turun ke bawah, masuk ke workshop, ke kampung-kampung pengrajin, dan mengerti apa yang dibutuhkan agar mereka bisa scale up skill-nya. Ini tidak bisa ditunda, karena negara seperti Vietnam terus mengejar, bahkan Tiongkok juga tak berhenti memperkuat industri kerajinannya,” kata Sapto saat ditemui di sela-sela acara pelatihan ketukangan di Sleman, Selasa (22/7).

Menurut Sapto, Indonesia memiliki modal budaya dan sejarah yang tak dimiliki negara lain, mulai dari keberadaan Borobudur, Kraton Yogyakarta, hingga warisan ketukangan kayu, ukiran, dan anyaman yang khas. Hal ini menunjukkan bahwa kerajinan Indonesia bukan hanya sekadar barang jadi, tetapi juga membawa filosofi dan nilai.

“Produk kerajinan kita itu bukan hanya soal fungsi, tapi juga cerita dan rasa. Dunia membutuhkannya. Tinggal bagaimana kita bisa menyesuaikan dengan selera global dan memperkuat standar produksinya,” jelasnya.

Sapto juga menegaskan keunggulan bahan baku lokal Indonesia yang sangat beragam dan berkualitas, seperti kayu jati, rotan, hingga bambu. Ia meminta agar kebijakan produktivitas nasional juga menyentuh aspek keberlanjutan bahan baku dan akses pembiayaan bagi pengerajin kecil dan menengah.

“Kalau kita serius, kita bukan cuma bertahan. Kita bisa memimpin. Tapi syaratnya satu, jangan biarkan pengrajin jalan sendiri. Negara harus hadir, bukan dalam bentuk pidato, tapi dalam bentuk sistem yang konkret dan membumi,” tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
DKP Babel Bagikan 120 Paket...

The Fed Naikkan Suku Bunga

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
The Fed Naikkan Suku Bunga
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.