Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Riset: Pembersihan Polusi Udara di Tiongkok dan Asia Timur Kemungkinan Jadi Salah Satu Pemicu Suhu Bumi Semakin Panas

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Namun, ketika polusi udara dibersihkan—yang mana tentu ini sangat penting untuk kesehatan manusia—"payung buatan" itu ikut lenyap. Karena emisi gas rumah kaca tetap meningkat, permukaan Bumi kini memanas lebih cepat dari sebelumnya.

Memodelkan dampak pembersihan polusi

Tim kami menggunakan 160 simulasi komputer dari delapan model iklim global. Dengan ini, kami bisa lebih akurat menghitung dampak polusi udara dari Asia Timur terhadap suhu dan pola curah hujan global.

Kami mensimulasikan skenario pembersihan polusi yang serupa dengan yang terjadi di dunia sejak 2010. Hasilnya, terdapat tambahan pemanasan global sekitar 0,07°C.

Angka ini mungkin terlihat kecil dibandingkan total pemanasan global sejak 1850 (sekitar 1,3°C). Namun sebenarnya kenaikan itu cukup signifikan untuk menjelaskan percepatan pemanasan yang kita rasakan belakangan ini.

Apalagi kami telah mengeluarkan pengaruh fluktuasi suhu tahunan akibat siklus alami seperti El Niño, fenomena iklim di Pasifik yang menghangatkan suhu global.


Berdasarkan tren jangka panjang, seharusnya kita hanya mengalami pemanasan sekitar 0,23°C sejak 2010. Namun, pengamatan menunjukkan kenaikan suhu mencapai 0,33°C.

Tambahan 0,1°C ini sebagian besar bisa dijelaskan oleh pembersihan polusi udara di Asia Timur.

Faktor lain yang juga berperan adalah penurunan emisi sektor pelayaran serta lonjakan konsentrasi metana di atmosfer belakangan ini.

Polusi udara mendinginkan Bumi dengan cara mengubah sifat awan sehingga lebih banyak memantulkan sinar matahari. Pembersihan polusi udara di Asia Timur mengurangi efek bayangan ini di wilayah tersebut.

Berkurangnya polusi juga juga menurunkan jumlah polutan yang terbawa angin melintasi Samudra Pasifik utara. Ini membuat awan di Pasifik timur memantulkan lebih sedikit sinar matahari.

Pola perubahan di wilayah Pasifik Utara yang kami simulasikan dalam model studi ini cocok dengan apa yang terlihat dalam pengamatan satelit. Hasil pemodelan ataupun pengamatan suhu membuktikan kawasan tersebut memanas secara signifikan, khususnya di wilayah yang tertiup angin dari Asia Timur.

Penyebab utama pemanasan global tetaplah emisi gas rumah kaca. Mengurangi polusi udara adalah langkah yang perlu dan sudah seharusnya dilakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Layanan paspor Minggu Ceria...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun Rebut Gelar NBA

Knicks Akhiri Penantian 53 Tahun Rebut Gelar NBA

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.