Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada, Wabah Campak Hantui Sampang, 90 Warga Tumbang dengan Demam Tinggi 40 Derajat

📅 Senin, 13 Apr 2026, 01:35 WIB | Oleh:
Waspada, Wabah Campak Hantui Sampang, 90 Warga Tumbang dengan Demam Tinggi 40 Derajat Doc: ANTARA/ HO-Dinkes Sampang
Ket. Dokumen kegiatan imunisasi campak di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

SAMPANG - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang melaporkan temuan sedikitnya 90 warga yang diduga kuat terserang penyakit campak dalam periode awal tahun hingga 31 Maret 2026. 

"Jumlah warga yang diduga terserang campak ini hasil laporan dari berbagai puskesmas di Kabupaten Sampang hingga 31 Maret 2026," kata Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes-KB Kabupaten Sampang Laili Nafilah di Sampang, Minggu.

Ia menjelaskan, dari total 90 warga yang diduga terserang penyakit campak itu, sebanyak 11 di antaranya telah diambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Menurut Laili, para penderita tersebar hampir di semua kecamatan dengan jumlah terbanyak di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Banyuanyar, Tambelangan dan Puskesmas Robatal.

"Di tiga puskesmas ini, jumlah pasien yang menjalani perawatan lebih dari 10 orang atau mencapai belasan orang," katanya.

Laili menjelaskan, para penderita umumnya mengalami demam tinggi hingga 40 derajat selsius, batuk kering, pilek, mata merah/berair, dan bercak putih di dalam mulut (bintik Koplik).

Berikutnya mengalami ruam merah makulopapular (sedikit menonjol), dan biasanya muncul antara 3 hingga 5 hari setelah gejala awal, dimulai dari belakang telinga dan wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.

"Gejala lain yang juga bisa dikenali dari penyakit campak adalah nafsu makan menurun, badan lemas, dan letih, serta diare atau muntah-muntah," katanya.

Sementara itu, Kabupaten Sampang tercatat sebagai salah satu kabupaten di Pulau Madura dengan jumlah penderita campak tinggi, selain Kabupaten Sumenep, Pamekasan dan Kabupaten Bangkalan.

Pada 2025, jumlah penderita tercatat di kabupaten ini sebanyak 653 orang, dan umumnya merupakan anak berusia sembilan bulan hingga tujuh tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.