Riset: Pembersihan Polusi Udara di Tiongkok dan Asia Timur Kemungkinan Jadi Salah Satu Pemicu Suhu Bumi Semakin Panas
📅 Selasa, 22 Jul 2025, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation
Laura Wilcox, University of Reading dan Bjørn H. Samset, Center for International Climate and Environment Research - Oslo
Laju pemanasan global terus meningkat sejak 2010, membawa kita pada tahun-tahun terpanas dalam sejarah.
Penyebab pasti dari semakin cepatnya kenaikan suhu Bumi ini masih belum sepenuhnya dipahami dan menjadi salah satu pertanyaan terbesar dalam dunia sains saat ini.
Studi terbaru kami
mengungkapkan bahwa penurunan polusi udara—terutama di Cina dan Asia Timur–menjadi salah satu alasan utama mengapa pemanasan global kini berlangsung lebih cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, kebijakan global untuk mengurangi emisi sulfur dari sektor pelayaran sempat disebut-sebut sebagai faktor penyebab. Sulfur dioksida (SO?) dari pembakaran bahan bakar kapal membentuk aerosol (partikel halus) di atmosfer yang meredam panas matahari masuk ke Bumi.
Hal itu secara tidak sengaja menekan laju pemanasan global. Ketika selubung itu hilang, maka Bumi memanas.
Namun, upaya itu baru dimulai pada 2020 dan dianggap terlalu lemah
untuk menjelaskan percepatan pemanasan global yang terjadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para peneliti NASA menduga bahwa perubahan pola awan mungkin turut berperan, baik karena berkurangnya tutupan awan di wilayah tropis maupun di Samudra Pasifik bagian utara.
Namun, satu faktor penting yang belum banyak dihitung secara rinci adalah dampak dari upaya besar-besaran negara-negara di Asia Timur—terutama Cina—dalam mengatasi polusi udara lewat kebijakan yang ketat.
Sejak 2013, emisi sulfur dioksida (SO?) di Asia Timur sudah turun sebesar 75%. Upaya pembersihan polusi itu gencar dilakukan tepat ketika pemanasan global terasa semakin parah.
Studi kami menelusuri keterkaitan antara perbaikan kualitas udara di Asia Timur dan suhu global. Riset ini melibatkan delapan tim pemodel iklim dari berbagai belahan dunia.
Kami menemukan bahwa udara yang tercemar selama ini mungkin telah menutupi dampak keseluruhan dari pemanasan global. Udara yang kini lebih bersih justru mengungkapkan lebih jelas kondisi sesungguhnya pemanasan global yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia.
Selain menyebabkan jutaan kematian dini, polusi udara “menyelubungi” sebagian panas matahari sehingga permukaan planet terasa lebih dingin. Jumlah polusi yang besar selama ini mampu menahan laju pemanasan global akibat emisi yang dihasilkan oleh aktivitas manusia hingga sekitar 0.5°C dalam satu abad terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!