Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lika-liku Terjal Transisi Energi RI

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 08:14 WIB | Oleh:

    2029: 6 MW

    2030: 2 MW

    2032: 6 MW

Pada skenario pertama atau RE Base, pengembangan sistem ketenagalistrikan didasarkan pada kemampuan penyelesaian pekerjaan sesuai kemampuan PLN dan pemerintah, baik dari sisi workability project maupun dari sisi finansial.

Skenario ini tidak mengejar target penurunan emisi dan bauran energi, tapi pengembangan sistem ketenagalistrikan dioptimasi terhadap biaya dan keandalan pasokan, meskipun memprioritaskan pembangkit baru menggunakan pembangkit EBT.

Sementara pada skenario kedua, penyediaan infrastruktur pengembangan sistem ketenagalistrikan difokuskan untuk berkontribusi pada penurunan emisi.

Dilihat dari dua skenario di atas, penurunan ketergantungan pada batu bara bisa dikatakan tidak signifikan – masih menyumbang lebih dari 45 persen dari bauran energi.

Padahal, banyak pemimpin bisnis di Indonesia yang mendukung penghentian penggunaan batu bara.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Savanta bertajuk “Powering up: Business Perspectives on Shifting to Renewable Electricity” (2025), 88 persen pemimpin perusahaan RI menyatakan dukungan untuk menjalankan transisi energi dan pensiun dini PLTU dalam ketenagalistrikan nasional pada 2035 atau lebih cepat.

Belum lagi bicara Indonesia yang punya banyak potensi energi terbarukan yang bisa diandalkan.

Mencari Solusi Pembiayaan

Salah satu alasan lain yang kerap didengungkan pemerintah soal sulitnya lepas dari batu bara adalah masalah pembiayaan. Bahkan untuk pensiun dini PLTU Cirebon, Indonesia pun masih membutuhkan pinjaman dari Asian Development Bank (ADB), sebagaimana dinyatakan Bahlil pada akhir Mei lalu.

Institute for Essential Services Reform (IESR) menaksir biaya pensiun dini PLTU mencapai US$4,6 miliar atau sekitar 74,9 triliun rupiah (asumsi kurs 16.300 rupiah per dolar AS) hingga 2030. Jika ditarik hingga 2050, maka biayanya mencapai 27,5 miliar dolar AS atau 448,2 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.