Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Bogor Ingin Ada Solusi Berkelanjutan Terkait Sampah Lintas Wilayah

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 08:55 WIB | Oleh:
Kota Bogor Ingin Ada Solusi Berkelanjutan Terkait Sampah Lintas Wilayah Doc: ist
Ket. membuat pusing

BOGOR – Masalah sampah menjadi problem yang membuat pusing para kepala daerah. Di mana-mana sampah tak terangkut menjadi sumber penyakit. Ini harus dicarikan solusi “permanen.”

Maka, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mengusung Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) secara regional sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi persoalan sampah lintas wilayah.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Kota Bogor, Sabtu, mengatakan langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong percepatan pembangunan PSEL, di tengah kondisi darurat sampah yang dihadapi sejumlah daerah.

Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang didorong untuk mengembangkan PSEL sebagai sumber energi alternatif berbasis sampah, dengan pendekatan kerja sama regional bersama daerah sekitar.

Dedie Rachim menyatakan kesiapan Kota Bogor dalam mendukung program tersebut, sekaligus mendorong penyelesaian persoalan sampah secara terintegrasi di wilayah Bogor Raya hingga kawasan aglomerasi Bandung Raya.

“Ini menjadi peluang besar untuk menyelesaikan persoalan sampah secara bersama-sama, tidak hanya di Kota Bogor, tetapi juga di wilayah Bogor Raya dan aglomerasi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Bogor mengusulkan pembangunan fasilitas PSEL di kawasan Kayumanis yang direncanakan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Dari pengolahan tersebut, fasilitas PSEL diproyeksikan dapat menghasilkan energi listrik sebesar 10 hingga 15 megawatt sebagai sumber energi alternatif.

Melalui pengembangan PSEL, penanganan sampah diharapkan tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Pemkot Bogor juga menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah sekitar, serta pihak terkait lainnya dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq sebelumnya menyampaikan timbulan sampah di wilayah Jabodetabek mencapai sekitar 15.000 ton per hari, sementara Bandung Raya sekitar 5.000 ton per hari.

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyambut baik peluang yang diberikan melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan PSEL.

Menurutnya, kebijakan tersebut membuka ruang kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Benyamin S Award untuk Ting...
Megapolitan
4.000 Artefak Terkumpul dar...
Nasional
Pelantikan Wakil Panglima TNI
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.