Ketimpangan Wilayah Jadi Sorotan, Ferry Wawan Cahyono Dorong Pusat Pertumbuhan Baru di Jateng Selatan
📅 Kamis, 17 Jul 2025, 15:07 WIB | Oleh: Henri pelupessy
Doc: koran jakarta/henri pelupessy
SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus memperkuat strategi ketahanan ekonomi daerah di tengah gejolak global dan dinamika geopolitik internasional.
Hal tersebut terungkap dalam diskusi interaktif yang digelar Forum Wartawan Provinsi dan DPRD Jawa Tengah (FWPJT) bersama DPRD Jatengbertema “Ketahanan Ekonomi Jateng di Masa Sablengg", Rabu (16/7).
Diskusi tersebut membahas berbagai isu strategis dibahas, termasuk ketimpangan wilayah, penguatan UMKM, dan arah pembangunan jangka menengah dalam dokumen RPJMD 2025–2030.
Ketua Pansus RPJMD DPRD Jateng sekaligus Anggota Komisi B, Ferry Wawan Cahyono menegaskan, RPJMD harus menjawab tantangan nyata dan bersifat antisipatif terhadap krisis multidimensi. Menurutnya, ketahanan ekonomi tidak hanya dilihat dari angka pertumbuhan, melainkan struktur ekonomi yang kuat, inklusif, dan merata antarwilayah.
“RPJMD adalah fondasi pembangunan lima tahun ke depan. Kita harus menyusunnya berbasis data dan realitas terkini, agar mampu menjawab tantangan perubahan iklim, konflik global, hingga ketimpangan wilayah,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihaknya menilai pondasi ekonomi masih kuat, namun tidak boleh puas. Adanya percepatan pengembangan sektor pertanian, kelautan, industri kreatif, dan UMKM yang berbasis teknologi digital.
Selain itu, perlunya membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayah selatan Jawa Tengah, yang selama ini kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih tertinggal dibanding wilayah utara.
“RPJMD harus menjawab ketimpangan spasial. SDM di selatan harus diperkuat, infrastruktur dipercepat, dan investasi diarahkan agar pertumbuhan lebih merata,” lanjut Ketua Fraksi Golkar DPRD Jateng ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bank Jateng, misalnya, menyatakan siap memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan digital bagi UMKM sebagai bagian dari upaya memperluas basis ekonomi rakyat.
Kolaborasi dan Transformasi
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng, Zulkifli Gayo, menekankan pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri. Pihaknya membangun kemitraan strategis, termasuk dengan 44 perguruan tinggi melalui program KKN Tematik untuk memastikan program pemerintah sampai ke tingkat desa.
“Kolaborasi dengan kampus, pelaku usaha, dan masyarakat sipil adalah kunci. Kita hidup di masa ‘sableng’, situasi global yang tak menentu. Maka, pendekatan pembangunan harus transformatif,” ujarnya.
Ia menyebut transformasi pembangunan Jateng ke depan diarahkan pada tiga pilar yakni,Jateng Sigap (tata kelola adaptif), Jateng Makmur (penguatan ekonomi unggulan), dan Jateng Nyaman (transformasi social). Target ambisius hingga 2029 mencakup pertumbuhan ekonomi 7–8 persen, penurunan kemiskinan hingga 7,13 persen, dan peningkatan PDRB per kapita menjadi Rp78,4 juta.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jateng, Teddy Agung Tirtayadi, menggarisbawahi pentingnya digitalisasi dan peran pengusaha muda sebagai motor penggerak ekonomi. Menurutnya, UMKM dan ekonomi kreatif harus difasilitasi melalui akses permodalan, teknologi, dan pasar digital.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!