Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bendungan Meninting Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Lombok Barat

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 21:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bendungan Meninting Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Lombok Barat Doc: Kementerian PU
Ket. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kanan) saat meninjau Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (14/7)

JAKARTA–Pembangunan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Bahkan, tak hanya itu bendungan itu juga akan mengatasi masalah kekeringan dan pasokan energi.

Hal itu ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau Bendungan Meninting, Senin (14/7). Kunjungan itu untuk memastikan pembangunan bendungan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, utamanya dalam mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air di Lombok Barat, NTB. "Bendungan Meninting diproyeksikan dapat mengairi daerah irigasi seluas 1.559 Hektare (ha) yang didistribusikan melalui Bendung Penimbung, Ketapang, dan Sesaot,"ucapnya

Adanya suplai air irigasi yang kontinu dari Bendungan Maninting paparnya dapat meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas pertanian menjadi lebih baik. “Bendungan Meninting harus bermanfaat secara ekonomi dan juga pariwisata karena merupakan objek vital nasional, tidak hanya irigasi tetapi juga untuk air baku,” kata Dody 

Bendungan Meninting merupakan bagian dari sistem irigasi strategis di wilayah Sungai Lombok yang dirancang untuk mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan air irigasi secara optimal. Dengan kapasitas tampung 12 juta m3, Bendungan Meninting berpotensi memberikan manfaat untuk mengairi daerah irigasi seluas 1.559,29 Ha dan melayani luas fungsional sebesar 96.247 Ha lahan pertanian di berbagai wilayah di Lombok.

Sistem irigasi teknis yang dirancang akan memanfaatkan aliran Sungai Meninting dan Sungai Pitete untuk memastikan suplai air yang optimal, sehingga dapat meningkatkan intensitas tanam dan hasil panen tiap tahun. Diharapkan suplai irigasi dari Bendungan Meninting dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 280 menjadi 300 persen.

Kementerian PU saat ini tengah menyiapkan peningkatan jaringan irigasi Bendungan Meninting salah satunya rehabilitasi saluran High Level Diversion (HLD) Atas untuk Daerah Irigasi (DI) Renggung-Rutus dengan total cakupan manfaat seluas 3.454 Ha. Diharapkan rehabilitasi DI Renggung–Rutus juga dapat meningkatkan IP dari 250 menjadi 280 persen.

Menteri Dody berharap dengan rehabilitasi jaringan irigasi Bendungan Meninting dapat memberikan manfaat melalui peningkatan Indeks Pertanaman, sehingga berdampak positif pada peningkatan produksi padi dan kesejahteraan petani. 

“Dengan adanya Inpres Nomor 2 Tahun 2025, kita bisa bantu irigasi yang menjadi kewenangan daerah berdasarkan kebutuhan daerah,” kata Menteri Dody.

Selain sebagai sumber irigasi, Bendungan Meninting juga memiliki manfaat utama untuk mendukung kebutuhan air domestik Kabupaten Lombok Barat hingga 2030 sebesar 150 liter per detik. Sumber air baku bendungan akan memenuhi hingga 99.750 jiwa dengan asumsi 1 liter per detik melayani kurang lebih 665 jiwa atau sekitar 50,45 persen dari total kebutuhan air domestik untuk 2 kecamatan di Lombok Barat, yakni Kecamatan Batulayar dengan kebutuhan 92,66 liter per detik dan telah mendapat suplai eksisting 73,0 liter per detik, suplai bendungan 20 liter per detik serta Kecamatan Gunungsari mendapat suplai dari bendungan 130 liter per detik dan suplai eksisting 79,0 liter per detik dari total kebutuhan 204,65 liter per detik.

Pangan, Air dan Energi

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara Barat Eka Nugraha mengatakan Bendungan Meninting yang terletak di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari dan Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar juga akan membantu Pemerintah Daerah dalam mitigasi persoalan kekeringan di Lombok Barat serta mereduksi banjir seluas 59 Ha pada musim hujan, khususnya di Kecamatan Gunung Sari, Lingsar, Batulayar, dan Ampenan. 

“Bendungan ini dibangun untuk mendukung tiga pilar ketahanan nasional, yaitu ketahanan pangan, air, dan energi. Bendungan Meninting juga berpotensi sebagai sumber energi terbarukan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung 9 mega watt (MW) dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) sebesar 0,8 MW,” kata Eka Nugraha. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Jepang akan Ganti 5 Reaktor...
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
Nasional
Sidang vonis Mantan Wamenna...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.