Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bentrokan Paksa Ribuan Orang Kabur ke India

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bentrokan Paksa Ribuan Orang Kabur ke India Doc: AFP
Ket. Sejumlah warga Myanmar hendak kabur ke India saat terjadi bentrokan antara kelompok-kelompok etnis di Negara Bagian Chin beberapa waktu lalu. Pihak berwenang India melaporkan sudah hampir 4.000 warga Myanmar mengungsi ke India.

NEW DELHI - Pertempuran sengit di Myanmar yang dilanda perang telah memaksa hampir 4.000 orang mengungsi ke India dalam empat hari terakhir, demikian ungkap para pejabat di Negara Bagian Mizoram di bagian timur laut India pada Senin (7/7).

Para pengungsi, yang melintasi rute-rute berhutan lebat menuju negara tetangga India, melarikan diri dari bentrokan antara kelompok-kelompok bersenjata suku Chin yang saling bersaing, kata Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Mizoram, Vanlalmawia, kepada AFP.

"Banyak dari mereka yang memiliki kerabat di pihak India, jadi mereka tinggal bersama mereka," kata Vanlalmawia. "Yang lainnya ditampung di balai-balai masyarakat," imbuh dia.

Negara bagian perbukitan yang terpencil ini telah menampung lebih dari 30.000 pengungsi dari Myanmar, di mana perang saudara yang mematikan telah berkecamuk sejak militer mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021.

Seorang perwira senior polisi negara bagian berbicara tanpa ingin disebutkan jati dirinya mengatakan sekitar 4.000 orang telah datang dalam empat hari terakhir.

Polisi mengatakan pertempuran antara kedua kelompok yang sama-sama menentang kekuasaan militer, terus berlanjut untuk menguasai wilayah yang dikenal sebagai Chinland di Myanmar bagian barat laut.

"Situasi di sisi lain perbatasan masih tegang, jadi kami belum bisa meminta mereka untuk kembali," kata pejabat polisi itu.

Gelombang konflik baru di Negara Bagian Chin meletus pada Kamis (3/7) lalu, telah mengadu domba dua kelompok bersenjata etnis Chin, Pasukan Pertahanan Nasional Chin (CNDF) dan Pasukan Pertahanan Chinland-Hualngoram (CDF).

Sumber-sumber intelijen mengatakan bahwa bentrokan paling sengit terjadi di sekitar Rikhawdar, sebuah pemukiman perbatasan yang sangat strategis.

“Pertempuran telah meningkat ketika Aliansi Persaudaraan Chin berusaha untuk mempertahankan kontrol atas zona strategis penting di tengah serangan sengit yang dilancarkan oleh Tentara Nasional Chin,” kata seorang pejabat intelijen.

Ketika baku tembak semakin meningkat, penduduk dari tiga desa perbatasan yaitu Khawmawi, Rihkhawdar dan Lianhna, melarikan diri melintasi perbatasan. Banyak dari mereka menyeberangi Sungai Tiau dengan tergesa-gesa.

Perpecahan Etnis

Negara Bagian Mizoram saat ini telah menjadi tujuan kaburnya orang-orang Chin terutama sejak terjadinya kudeta militer Myanmar tahun 2021, dan hingga kini negara bagian di India itu telah menampung lebih dari 32.000 pengungsi.

Pasukan Assam Rifles, yang dikerahkan di sepanjang perbatasan internasional, telah menutup daerah tersebut untuk mencegah eskalasi tetapi mengizinkan masuknya mereka yang melarikan diri dari kekerasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Eks Punggawa Persija Gustavo Franca: Atmosfer di Kandang Persib bisa Pengaruhi Konsentrasi Arema
    Preview komentar:
    Berikut Membuka blokir BNIdirect Pengguna terkunci (User ID ...
    Cara Membuka blokir BNIdirect Pengguna terkunci (User ID ...
  • Rambut Tipis dan Mudah Lepek? Kini Ada Solusi dengan Formula Ultra Ringan
    Preview komentar:
    Keluhan BRI QLola
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PM Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Berlaku “Segera” Setelah Kedua Pihak Menandatanganinya
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Bagaimana cara menghubungi BRI QLola?
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.