Padang Fokus Benahi Kota Tua sebagai Jantung Gastronomi Baru
📅 Senin, 07 Jul 2025, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Padang - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mulai memfokuskan revitalisasi kawasan kota tua dalam upaya menjadikan ibu kota provinsi tersebut sebagai kota kreatif gastronomi yang diakui Unesco Creative Cities Network (UCCN).
"Salah satu fokus utama yang sedang dikembangkan ialah revitalisasi kawasan kota tua Padang demi menuju kota kreatif gastronomi," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yudi Indra Syani di Padang, Senin (7/7).
Yudi Indra Syani mengatakan kawasan kota tua memiliki ragam potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadi daya tarik wisatawan. Baik dari sisi sejarah dan arsitektur hingga potensi budaya kuliner serta keberagaman etnis yang hidup berdampingan.
Sebagai langkah awal, Padang akan menjadi tuan rumah rapat koordinasi nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 250 kota anggota ICCN yang mengirimkan delegasinya ke kota itu.
Kesempatan Kota Padang menjadi tuan rumah Rakornas ICCN diharapkan menjadi momentum yang tepat untuk mendapat masukan dari delegasi untuk mewujudkan kota kreatif gastronomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita ingin Kota Padang benar-benar bisa berkembang menjadi kota kreatif gastronomi," ujar dia.
Saat ini Kota Padang juga sedang menyiapkan diri untuk masuk dalam jejaring kota kreatif dunia melalui UCCN. Dengan pendampingan ICCN, pihaknya optimistis langkah itu semakin mendekatkan Kota Padang menuju kota kreatif gastronomi.
Sementara itu, Guru Besar Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Wiendu Nuryanti menilai Kota Tua Padang memiliki kekuatan luar biasa untuk dikembangkan. Kombinasi kekayaan alam, budaya dan keberagaman etnis menjadi potensi besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mencapai cita-cita Padang sebagai kota kreatif gastronomi, maka penting untuk memahami perencanaan menyeluruh termasuk hal-hal kecil seperti penataan ulang kawasan, terutama ruang publik.
"Ke depannya konsep pengembangan harus menciptakan ruang yang nyaman untuk bermain, berinteraksi dan menikmati kuliner," ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia menegaskan pengembangan kawasan kota tua harus dimulai dari kebutuhan warga lokal. Sebab, jika masyarakat merasa nyaman dan aman, maka wisatawan akan datang dengan sendirinya.
"Terakhir, multietnis dan karakter khas kota tua ini harus dikelola dengan tepat," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!