Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro Baru APBN 2025
📅 Jumat, 04 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: antara
Jakarta - Pemerintah bersama DPR menyepakati proyeksi baru asumsi dasar ekonomi makro 2025 yang disusun secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan domestik yang terus berubah.
“APBN diharapkan bisa terus mendorong pertumbuhan ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, dan melakukan tugas untuk mendukung transformasi perekonomian,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (3/7).
Seperti dikutip dari Antara, terkait asumsi makro, prospek perekonomian Indonesia bergerak dalam lanskap global yang sarat ketidakpastian, utamanya akibat eskalasi ketegangan perdagangan dunia maupun konflik geopolitik, gejolak pasar keuangan, serta disrupsi rantai pasok dan arus modal internasional.
Meski begitu, pemerintah tetap berupaya menjaga ketahanan ekonomi domestik, yang tercermin pada pertumbuhan ekonomi yang masih solid, stabilitas sasaran inflasi, dan posisi cadangan devisa yang masih tinggi.
Dengan mempertimbangkan interaksi faktor global dan domestik, pemerintah dan DPR menyepakati prognosis asumsi dasar makro 2025 dengan rincian sebagai berikut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertumbuhan ekonomi pada semester II serta outlook pada akhir tahun ditargetkan berada pada rentang 4,7 persen sampai 5 persen.
Inflasi diproyeksikan pada rentang 2,2 persen hingga 2,6 persen pada semester II maupun outlook akhir tahun.
Tingkat bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 Tahun ditargetkan pada rentang 6,8 persen hingga 7,3 persen pada semester II dan outlook akhir tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nilai tukar rupiah diproyeksikan sebesar Rp16.300 hingga Rp16.800 pada semester II dan outlook akhir tahun.
Harga minyak mentah Indonesia ditargetkan sebesar 66-94 dollar AS per barel pada semester II dan 68-82 dollar AS per barel pada akhir tahun.
Lifting minyak bumi diprediksi sebesar 593-597 ribu barel per hari pada semester II maupun akhir tahun. Sedangkan lifting gas bumi ditargetkan sebesar 976-980 ribu barel per hari pada semester II dan akhir tahun.
Defisit Anggaran
Selanjutnya, proyeksi belanja negara pada semester II ditetapkan sebesar 2.121,5 triliun rupiah dengan rincian belanja pemerintah pusat (BPP) 1.659,9 triliun rupiah dan transfer ke daerah (TKD) 461,6 triliun rupiah.
Dengan demikian, proyeksi defisit APBN pada semester II yaitu sebesar 457,8 triliun rupiah atau 1,94 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!